Matcha Menjadi Minuman Pagi Terbaik untuk Dukung Umur Panjang

Matcha Menjadi Minuman Pagi Terbaik untuk Dukung Umur Panjang

Banyak individu memilih secangkir kopi pada pagi hari untuk mendongkrak stamina dan konsentrasi. Namun, sejumlah pakar nutrisi justru menyarankan konsumsi matcha sebagai opsi yang lebih efektif dalam menyokong kesehatan jangka panjang serta penuaan yang optimal.

Minuman teh hijau khas Jepang ini dinilai memiliki kandungan antioksidan yang melimpah. Manfaatnya mencakup optimalisasi fungsi otak hingga pemeliharaan kesehatan saluran pencernaan.

Tiga ahli gizi bersepakat bahwa matcha menempati posisi sebagai salah satu minuman pagi paling ideal untuk menunjang longevity, baik saat dinikmati dalam keadaan hangat maupun dingin, seperti dilansir dari Detik Health.

Matcha menyimpan senyawa epigallocatechin-3-gallate (EGCG) yang merupakan jenis antioksidan kuat. Komponen ini berfungsi aktif meredam inflamasi sekaligus menekan stres oksidatif pada tingkat sel tubuh.

"Seiring bertambahnya usia, tubuh kita secara alami mengalami lebih banyak stres oksidatif, yang dapat berkontribusi pada hal-hal seperti penuaan sel dan penyakit kronis," jelas ahli gizi Val Warner, MS, RD, CSSD, CPT.

"Minum matcha secara teratur dapat membantu mendukung pertahanan tubuh terhadap proses ini," lanjutnya, dikutip dari Eating Well.

Nutrisi antioksidan di dalam matcha bekerja dengan cara menetralisir radikal bebas yang memicu kerusakan sel sekaligus mempercepat penuaan. Menurut penuturan ahli gizi Seema Shah, MPH, MS, RD, kadar antioksidan pada matcha melampaui teh hijau konvensional.

"Matcha lebih kaya akan polifenol, seperti EGCG, daripada teh hijau, karena seluruh daun teh dikonsumsi saat disiapkan," jelas Shah.

Di samping EGCG, matcha turut diperkaya oleh zat rutin, quercetin, klorofil, hingga karotenoid yang terbukti berkorelasi dengan efek anti-penuaan.

Khasiat Bagi Saluran Pencernaan dan Imunitas

Selain zat antioksidan, unsur prebiotik juga ditemukan di dalam matcha untuk menyokong mikrobioma usus. Nutrisi ini memberi asupan bagi bakteri baik yang memproduksi butirat, yaitu senyawa antiinflamasi penguat sistem kekebalan tubuh.

"Mikrobioma yang sehat memainkan peran kunci dalam pencernaan, fungsi kekebalan tubuh, dan bahkan peradangan," kata Warner.

Menurut pandangannya, kondisi pencernaan yang prima memberikan dampak langsung terhadap mekanisme penuaan organ tubuh secara menyeluruh.

Meningkatkan Fokus Tanpa Efek Samping Gelisah

Kelebihan utama matcha jika dikomparasikan dengan kopi terletak pada perpaduan kandungan kafein dan L-theanine. Senyawa asam amino tersebut berkhasiat menstimulasi ketenangan sekaligus ketajaman berpikir.

"(Matcha) mendukung kesehatan kognitif, suasana hati, dan daya ingat yang baik," beber Shah.

Warner menambahkan bahwa sinergi antara L-theanine dan kafein memicu pelepasan energi yang jauh lebih stabil ketimbang pasokan energi dari kopi.

"L-theanine bekerja secara sinergis dengan kafein untuk meningkatkan energi yang tenang dan terfokus, tanpa perasaan gelisah yang dialami beberapa orang setelah minum kopi," tambahnya.

Kombinasi zat aktif ini juga efektif mempertahankan kapabilitas otak serta konsentrasi individu seiring bertambahnya usia.

Aspek Konsumsi yang Perlu Diperhatikan

Walaupun menawarkan banyak khasiat, ahli gizi Lisa Andrews, MEd, RD, LD memberikan catatan bahwa kandungan kafein di dalam matcha tetap harus diwaspadai oleh kelompok tertentu.

"Orang yang sensitif terhadap kafein mungkin ingin menghindari atau membatasi konsumsi matcha, karena kandungan kafeinnya lebih tinggi daripada teh biasa," tuturnya.

Bagi yang gemar mengolahnya menjadi matcha latte, para pakar menganjurkan penggunaan susu nabati tanpa pemanis tambahan, seperti susu almon, oat, kedelai, atau kelapa, guna menjaga khasiat antioksidannya tetap bekerja secara maksimal.

Artikel terkait

Rekomendasi