Maybank Indonesia BNII Bagikan Dividen Rp580 Miliar dari Laba 2025

Maybank Indonesia BNII Bagikan Dividen Rp580 Miliar dari Laba 2025

PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) resmi mengumumkan pembagian dividen kepada para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 2026. Seperti dikutip dari Stocksetup, bank swasta nasional ini mengalokasikan dana sekitar Rp580,07 miliar sebagai dividen dari laba tahun buku 2025.

Keputusan tersebut menetapkan rasio pembayaran dividen atau payout ratio sebesar 35 persen dari total laba bersih perusahaan. Dengan kebijakan ini, setiap pemegang saham BNII akan menerima dividen senilai kurang lebih Rp7,61 per lembar saham.

Langkah korporasi ini mencerminkan apresiasi perusahaan terhadap pemegang saham seiring dengan pemulihan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun lalu. BNII sendiri merupakan bagian integral dari grup keuangan regional Maybank asal Malaysia yang melayani berbagai segmen perbankan di tanah air.

Beroperasi sebagai bank universal, BNII memiliki struktur bisnis yang terintegrasi untuk melayani beragam kebutuhan finansial nasabah. Fokus utamanya mencakup layanan perbankan ritel dan konsumer, seperti penyaluran kredit konsumsi, KPR, kartu kredit, hingga pengelolaan tabungan.

Pada segmen korporasi, entitas ini aktif dalam pembiayaan perusahaan, trade finance, dan layanan treasury. Selain itu, lini Global Markets & Treasury menangani transaksi valuta asing dan instrumen obligasi, sementara divisi Wealth Management fokus pada pengelolaan dana investasi nasabah.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan BNII sebagai induk konglomerasi keuangan Maybank di Indonesia. Posisi strategis ini memperkuat peran perusahaan dalam mengoordinasikan berbagai anak usaha yang mencakup sektor sekuritas, asuransi, multifinance, hingga manajemen aset.

Perombakan Manajemen dan Strategi ROAR30

Guna memperkuat pertumbuhan jangka panjang, RUPS 2026 juga menyetujui perubahan signifikan dalam susunan dewan komisaris dan direksi. Perusahaan mengangkat Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid sebagai Presiden Komisaris yang baru dalam jajaran manajemen terkini.

Dato’ Sri Khairussaleh Ramli dan Dr. Hasnita Dato’ Hashim turut bergabung sebagai komisaris baru, sementara Mariana Husin dipercaya mengisi posisi direktur. Di sisi lain, Edwin Gerungan dan Ricky Antariksa telah mengakhiri masa jabatan mereka di dewan komisaris dan direksi.

Penyegaran struktur kepemimpinan ini bertujuan untuk mengakselerasi program transformasi bisnis yang disebut sebagai “ROAR30”. Dalam perubahan ini, Hendar kembali diangkat sebagai Komisaris Independen, sementara Effendi tetap melanjutkan tugasnya sebagai Direktur BNII.

Laporan Kinerja Keuangan Tahun 2025

Pemulihan performa BNII terlihat jelas pada laporan keuangan periode 2025 dengan capaian laba bersih mencapai Rp1,66 triliun. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan laba yang signifikan sebesar 48,5 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (YoY).

Perusahaan juga membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp2,22 triliun, atau mengalami kenaikan hingga 38,9 persen. Lonjakan keuntungan ini didorong oleh strategi efisiensi operasional dan penurunan biaya provisi yang dilakukan secara konsisten oleh pihak manajemen.

Kenaikan pendapatan nonbunga, terutama yang bersumber dari sektor wealth management dan global markets, menjadi faktor kunci penguat kinerja. Meskipun sempat mengalami fluktuasi pada 2024, BNII kini menunjukkan tren pemulihan yang lebih stabil dalam ekosistem perbankan nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi