Mayora Indah Bagikan Dividen Rp60 per Saham dari Laba 2025

Mayora Indah Bagikan Dividen Rp60 per Saham dari Laba 2025

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp60 per saham dari laba tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta pada Kamis (4/6/2026).

Dilansir dari Investasi, nilai dividen yield dari produsen Kopiko ini menyentuh angka 5,88 persen, atau setara dengan dua kali lipat lebih dari rata-rata suku bunga deposito rupiah di bank umum saat ini yang berada di kisaran 2 persen per tahun.

Alokasi dividen per saham kali ini tercatat lebih tinggi daripada tahun sebelumnya, di mana emiten berkode saham MYOR tersebut membagikan Rp55 per saham atau total Rp1,22 triliun dari laba tahun buku 2024.

Langkah korporasi ini direalisasikan di tengah penurunan harga saham MYOR sebesar 19,27 persen atau merosot 420 poin sejak awal tahun 2026, hingga berada di level Rp1.760 per saham pada penutupan perdagangan Kamis (5/6/2026).

Peningkatan jumlah pembagian keuntungan kepada pemegang saham tersebut ditopang oleh pertumbuhan nilai penjualan bersih perusahaan yang mencapai Rp38,68 triliun sepanjang tahun 2025, naik dari capaian tahun sebelumnya sebesar Rp36,07 triliun.

Kendati mencatatkan pertumbuhan pada sektor penjualan, perseroan tidak menampik adanya tekanan berat akibat lonjakan harga komoditas kopi dan kakao yang menjadi material produksi utama.

Manajemen perseroan merespons situasi kenaikan harga bahan baku tersebut melalui serangkaian langkah taktis, seperti meluncurkan inovasi produk baru, mengoptimalkan efisiensi kerja, serta mengendalikan biaya operasional.

“Harga kopi dan cokelat yang sudah mulai menurun memberikan harapan adanya peningkatan margin pada 2026,” ujar Wardhana Atmadja, Direktur Umum dan Operasional Mayora Indah.

Penurunan harga bahan baku di pasar komoditas diproyeksikan mampu menjadi katalis positif untuk mendongkrak margin profitabilitas serta menjaga daya saing produk perusahaan di pasar lokal maupun internasional pada periode mendatang.

Menghadapi tahun buku 2026, perusahaan menetapkan target pertumbuhan bisnis dengan membidik nilai penjualan sebesar Rp41,85 triliun, atau tumbuh sebesar 8,2 persen dibandingkan dengan realisasi pada tahun 2025.

Manajemen perusahaan juga memproyeksikan perolehan laba bersih dapat meningkat sebesar 17,3 persen secara tahunan, dengan target pencapaian menyentuh angka Rp3,41 triliun pada akhir tahun.

Artikel terkait

Rekomendasi