Medco Energi Siap Bagikan Dividen Final 45 Juta Dolar AS

Medco Energi Siap Bagikan Dividen Final 45 Juta Dolar AS

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menjadwalkan pembagian dividen tunai final sebesar US$ 45 juta atau sekitar US$ 0,0018 per saham. Pembayaran keuntungan kepada para pemegang saham ini akan dicairkan pada 3 Juli 2026.

Jumlah tersebut melengkapi dividen interim senilai US$ 42 juta atau Rp 28,4459 per saham yang telah didistribusikan sebelumnya pada 28 November 2025. Langkah korporasi ini dilansir dari Investasi berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan.

"Data keuangan per 31 Desember 2025 yang mendasari pembagian dividen adalah laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 100,92 juta,"\p>tulis Corporate Secretary Medco Energi Internasional Siendy K. Wisandana dalam rilis resmi pada Jumat (5/6/2026).

Pihak manajemen telah menyusun linimasa lengkap mengenai proses administrasi hingga realisasi pembayaran dividen tunai final ini untuk pasar reguler, pasar negosiasi, maupun pasar tunai.

Batas akhir perdagangan saham dengan hak dividen atau cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi jatuh pada 15 Juni 2026. Sementara itu, ex dividen di kedua pasar tersebut dijadwalkan pada 17 Juni 2026.

Bagi investor di pasar tunai, cum dividen berlaku hingga 18 Juni 2026 dengan ex dividen pada 19 Juni 2026. Proses pencatatan pemegang saham yang berhak atau recording date dipatok pada 18 Juni 2026 sebelum pembayaran pada 3 Juli 2026.

Analisis Kinerja dan Strategi Bisnis

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai komitmen emiten migas ini untuk tetap membagikan dividen tunai di tengah fluktuasi sektor minyak dan gas menjadi sinyal positif bagi para pelaku pasar.

Kebijakan ini membuktikan kemampuan perusahaan dalam menjaga stabilitas arus kas, kekuatan likuiditas, serta kesehatan struktur keuangan secara menyeluruh.

"Hal yang terpenting adalah perusahaan seperti MEDC mampu menyeimbangkan antara hak pemegang saham dengan kebutuhan untuk menjalankan strategi bisnisnya,"\p>ujar Nafan.

Nafan menambahkan bahwa prospek kinerja keuangan korporasi saat ini masih menghadapi tantangan risiko normalisasi harga minyak global. Kendati demikian, tingkat harga minyak bumi terkini dinilai masih lebih tinggi daripada periode tahun sebelumnya.

Emiten ini juga memiliki daya tahan karena ditopang oleh portofolio bisnis gas bumi yang bernilai besar dengan karakter harga komoditas yang jauh lebih stabil.

Aspek diversifikasi usaha menjadi modal utama bagi perseroan pada tahun 2026. Perusahaan memiliki sayap bisnis energi terbarukan lewat PT Medco Power Indonesia serta sektor tambang emas dan tembaga melalui PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

Di sisi lain, laporan riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) per 25 Mei 2026 menetapkan target harga wajar saham emiten berkode MEDC ini berada pada level Rp 1.550 per saham. Proyeksi tersebut didasarkan atas perkiraan laba per saham di angka Rp 269 dengan target price to earnings ratio (PER) sebesar 4,7 kali untuk tahun 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi