MedcoEnergi Resmi Kelola Wilayah Kerja Nawasena di Jawa Timur

MedcoEnergi Resmi Kelola Wilayah Kerja Nawasena di Jawa Timur

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) resmi mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja (WK) minyak dan gas Nawasena di Jawa Timur pada Rabu (20/5/2026). Langkah strategis ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional, seperti dilansir dari Money.

Penandatanganan Kontrak Kerja Sama dilakukan dalam ajang Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) ke-50 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City. WK Nawasena mencakup area seluas sekitar 7.031 kilometer persegi yang meliputi wilayah daratan dan lepas pantai Jawa Timur.

Perusahaan akan bertindak sebagai operator melalui anak usahanya, PT Medco Energi Nawasena, dengan menggunakan skema Production Sharing Contract (PSC) cost recovery. Lokasi kerja baru ini juga berdekatan dengan wilayah operasi eksisting perusahaan, yaitu PSC Sampang dan PSC Madura Offshore, yang memungkinkan percepatan monetisasi sumber daya.

"MedcoEnergi menghargai kepercayaan yang diberikan Pemerintah Indonesia dan berkomitmen mengembangkan WK Nawasena secara optimal untuk mendukung ketahanan energi nasional," ujar Ronald Gunawan, Direktur & Chief Operating Officer MedcoEnergi.

Di tengah penugasan baru di Jawa Timur, perusahaan juga mencatatkan kenaikan produksi migas dan mempercepat realisasi sejumlah proyek gas strategis. Pada kuartal I 2026, produksi migas perusahaan menyentuh angka 170 mboepd atau mengalami peningkatan sebesar 18 persen secara tahunan.

"Produksi migas pada Kuartal Pertama 2026 meningkat signifikan dibandingkan total produksi 156 mboepd pada 2025. Semua proyek pengembangan berjalan sesuai jadwal," ujar Iwan Prajogi, Senior Vice President Business Support MedcoEnergi.

Saat ini perusahaan menyuplai sekitar 21 persen dari total kebutuhan minyak dan gas nasional. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk tetap disiplin dalam investasi dan menjaga keseimbangan portofolio bisnis di tengah ketidakpastian pasar global.

"Kalau kita melihat ada potential upside, pasti itu akan kita manfaatkan," kata Iwan Prajogi, Senior Vice President Business Support MedcoEnergi.

Untuk proyek dalam negeri lainnya, Corridor PSC di Sumatera Selatan kini sudah beroperasi penuh dengan kepemilikan 70 persen, sementara Sakakemang PSC ditargetkan mencapai final investment decision (FID) pada kuartal III 2026. Proyek Sakakemang ditargetkan memproduksi gas sebesar 120 MMSCFD per hari pada tahun 2027.

Selain penguatan domestik, ekspansi internasional juga terus berjalan di Kesultanan Oman yang telah menjadi mitra strategis selama 20 tahun terakhir. Sejak tahun 2006, perusahaan mengoperasikan Karim Small Fields (KSF) dan berhasil memproduksi lebih dari 110 juta barrel minyak.

"Dua puluh tahun mengajarkan kami satu hal - ketika Anda membangun bersama Oman, Anda membangun untuk jangka panjang," ujar Hilmi Panigoro, Direktur Utama MedcoEnergi.

Kemitraan internasional ini terus diperluas melalui kepemilikan hak partisipasi sebesar 20 persen di Block 60 dan Block 48 sejak tahun 2023. Pada Oktober 2025, Block 60 berhasil mencapai puncak produksi bruto sebesar 77,2 mboepd.

"Kami hadir sebagai mitra yang siap menulis bab berikutnya, dan kami berniat untuk terus berinvestasi di Kesultanan Oman dalam jangka panjang," lanjut Hilmi Panigoro, Direktur Utama MedcoEnergi.

Secara korporasi, cadangan terbukti dan terduga (2P) milik perusahaan naik menjadi 564 mmboe pada akhir tahun 2025. Perusahaan juga telah mengembalikan dana kepada para pemegang saham sebesar 110 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,81 triliun melalui dividen serta pembelian kembali saham.

"Memasuki tahun 2026, kami tetap fokus untuk terus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan melalui pertumbuhan, keunggulan operasional, serta disiplin dalam pengelolaan modal," ujar Roberto Lorato, CEO MedcoEnergi.

Artikel terkait

Rekomendasi