PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) meningkatkan produksi minyak dan gas bumi menjadi 170 mboepd pada kuartal I 2026 di tengah ketidakpastian geopolitik global dan volatilitas pasar energi dunia. Dilansir dari Money, capaian tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan operasional ini memperkuat posisi perusahaan dalam mengamankan pasokan energi nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Perusahaan mencatat bahwa pasokan tersebut saat ini memenuhi sekitar 21 persen dari total kebutuhan minyak dan gas di Indonesia.
Senior Vice President Business Support MedcoEnergi, Iwan Prajogi, menyampaikan perkembangan proyek ini dalam acara IPA Convex 2026 di ICE BSD, Tangerang, pada Rabu (20/5/2026). Perusahaan memastikan seluruh agenda pengembangan masih berjalan sesuai target waktu yang ditetapkan.
"Produksi migas pada Kuartal Pertama 2026 meningkat signifikan dibandingkan total produksi 156 mboepd pada 2025. Semua proyek pengembangan berjalan sesuai jadwal," ujar Iwan Prajogi, Senior Vice President Business Support MedcoEnergi.
Manajemen menekankan pentingnya eksekusi proyek yang disiplin serta kemitraan jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional. Portofolio bisnis yang seimbang juga menjadi pilar penting bagi perusahaan dalam menghadapi tantangan industri.
"Lima dekade kemitraan energi Indonesia menjadi fondasi penting untuk melangkah ke era pertumbuhan berikutnya," kata Iwan Prajogi, Senior Vice President Business Support MedcoEnergi.
Perusahaan terus berkomitmen memberikan kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui proyek-proyek yang terukur. Di samping itu, diversifikasi bisnis ke sektor energi terbarukan dan sumber daya alam lain juga mulai diperluas.
"MedcoEnergi berkomitmen untuk terus mengambil peran melalui pengembangan proyek yang terukur, andal, dan mendukung ketahanan energi nasional," lanjut Iwan Prajogi, Senior Vice President Business Support MedcoEnergi.
Langkah ekspansi ini dibarengi dengan penerapan sikap kehati-hatian dalam menentukan arah investasi. Strategi konservatif diterapkan guna mengantisipasi gejolak pasar global tanpa kehilangan momentum pertumbuhan.
"Kalau bicara mengenai volatilitas, kalau bicara mengenai gejolak, kita selalu put ourselves itu di konservatif. Tetapi bukan berarti kemudian kita tidak take action juga," ujar Iwan Prajogi, Senior Vice President Business Support MedcoEnergi.
Perusahaan tetap bersiap mengambil tindakan strategis apabila terdapat peluang keuntungan yang menjanjikan di pasar. Optimalisasi peluang tersebut dilakukan demi keberlanjutan bisnis jangka panjang.
"Kalau kita melihat ada potential upside, pasti itu akan kita manfaatkan," lanjut Iwan Prajogi, Senior Vice President Business Support MedcoEnergi.
Pencapaian kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan didukung oleh penerapan teknologi modern. Selain itu, implementasi strategi informasi dan penguatan kualitas SDM turut mendorong efisiensi operasi bisnis.
"Kami terus mendorong efisiensi operasi dan pemanfaatan teknologi modern untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat investasi ke depan," kata Iwan Prajogi, Senior Vice President Business Support MedcoEnergi.
Di Sumatera Selatan, Corridor PSC kini telah berproduksi penuh dengan kepemilikan 70 persen, sedangkan Sakakemang PSC ditargetkan mencapai keputusan investasi final pada kuartal III 2026. Perusahaan mempercepat integrasi proyek Sakakemang menggunakan infrastruktur yang sudah tersedia.
"Sekarang yang kita lakukan, fasilitas itu akan kita gabungkan dengan fasilitas yang sudah ada, yakni fasilitas yang ada di Corridor dan di Gresik," ujar Iwan Prajogi, Senior Vice President Business Support MedcoEnergi.
Penggabungan fasilitas ini diharapkan dapat mengalirkan gas sebesar 120 MMSCFD per hari dari proyek Sakakemang. Manajemen optimis langkah integrasi ini mampu memangkas waktu pengerjaan proyek secara signifikan.
"Sehingga dengan demikian waktunya bisa dipercepat, cost-nya bisa ditekan," lanjut Iwan Prajogi, Senior Vice President Business Support MedcoEnergi.
MedcoEnergi juga menempatkan wilayah Tomori sebagai aset strategis untuk masa depan. Pengembangan kawasan tersebut akan terus berjalan melalui kolaborasi erat bersama mitra kerja utama perusahaan.
"Kita masih melihat bahwa Tomori itu salah satu aset yang penting. Kita ingin bersama-sama dengan Pertamina sebagai partner kita selama ini untuk mengembangkan ke depannya," ujar Iwan Prajogi, Senior Vice President Business Support MedcoEnergi.
Untuk ekspansi internasional, perusahaan memperingati dua dekade operasionalnya di Kesultanan Oman pada Minggu (17/5/2026). Melalui keterangan resmi pada Senin (18/5/2026), manajemen menegaskan komitmen investasi jangka panjang di wilayah tersebut.
"Dua puluh tahun mengajarkan kami satu hal - ketika Anda membangun bersama Oman, Anda membangun untuk jangka panjang," ujar Hilmi Panigoro, Direktur Utama MedcoEnergi.
Kerja sama operasional di Karim Small Fields telah menghasilkan produksi lebih dari 110 juta barrel minyak sejak tahun 2006. Perusahaan berencana memperkuat kehadiran bisnisnya di wilayah Timur Tengah tersebut melalui investasi berkelanjutan.
"Kami hadir sebagai mitra yang siap menulis bab berikutnya, dan kami berniat untuk terus berinvestasi di Kesultanan Oman dalam jangka panjang," lanjut Hilmi Panigoro, Direktur Utama MedcoEnergi.
Hingga akhir 2025, cadangan terbukti dan terduga perusahaan naik menjadi 564 mmboe dengan indeks umur cadangan mencapai 11,4 tahun. Perusahaan berhasil meraih peringkat ESG tertinggi versi MSCI serta memberikan imbal hasil total sebesar 27 persen kepada pemegang saham.
"Memasuki tahun 2026, kami tetap fokus untuk terus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan melalui pertumbuhan, keunggulan operasional, serta disiplin dalam pengelolaan modal," ujar Roberto Lorato, CEO MedcoEnergi.