Tali pusat yang menghubungkan bayi dengan plasenta akan dijepit dan dipotong segera setelah proses persalinan selesai. Selama masa kehamilan, bagian ini memegang peran krusial sebagai jalur utama penyaluran oksigen serta nutrisi demi menyokong pertumbuhan janin.
Sisa potongan tali pusat pada perut bayi akan mengering secara bertahap. Jaringan tersebut biasanya terlepas dengan sendirinya dalam waktu sekitar tiga minggu hingga akhirnya membentuk pusar bayi, seperti dilansir dari Medcom.
Perbedaan bentuk pusar pada setiap anak kerap menimbulkan rasa penasaran bagi orang tua. Bentuk yang cekung atau menonjol keluar murni dipengaruhi oleh proses alami perkembangan tubuh dan bukan disebabkan oleh teknik pemotongan tali pusat maupun penanganan tertentu pasca-lahir.
Mitos mengenai penggunaan koin yang ditempel pada area pusar untuk mengubah bentuk menonjol menjadi cekung masih sering beredar di masyarakat. Secara medis, metode tersebut sama sekali tidak terbukti efektif dan kedua variasi bentuk pusar sebenarnya termasuk dalam kondisi yang normal.
Meskipun demikian, tonjolan pada pusar bayi dalam beberapa kasus dapat mengindikasikan kondisi medis spesifik. Hal ini umumnya berkaitan dengan munculnya hernia umbilikal atau granuloma umbilikal.
Hernia umbilikal menjadi salah satu pemicu utama yang membuat pusar bayi tampak menonjol keluar. Berdasarkan informasi dari BabyCenter, fenomena ini terjadi akibat keberadaan celah kecil pada dinding perut yang menjadi titik masuk tali pusat.
Lubang tersebut idealnya akan menutup secara mandiri setelah tali pusat lepas dan fase penyembuhan usai. Namun, penutupan yang belum sempurna pada beberapa bayi menyebabkan timbulnya tonjolan di sekitar area pusar.
Kemunculan tonjolan ini biasanya terlihat semakin jelas sewaktu tekanan di dalam rongga perut meningkat. Kondisi tersebut umumnya terjadi saat bayi sedang menangis, batuk, atau mengejan ketika buang air besar.
Para orang tua tidak perlu panik karena hernia umbilikal pada umumnya tidak bersifat berbahaya. Jaringan ini dikategorikan aman selama tonjolan terasa lunak saat ditekan perlahan, tidak mengalami pembengkakan, tidak berubah warna, dan tidak memicu rasa sakit.
Mayoritas kasus hernia umbilikal dapat membaik dengan sendirinya seiring bertambahnya usia anak. Pemulihan biasanya mulai terlihat pada usia 12 hingga 18 bulan, bahkan sekitar 90 persen kasus mampu sembuh total sebelum anak menginjak usia 4 tahun sehingga tindakan operasi jarang sekali diperlukan.
Gejala yang Memerlukan Pemeriksaan Dokter
Pemantauan terhadap kondisi pusar bayi tetap harus dilakukan secara berkala oleh orang tua. Pemeriksaan ke dokter spesifik perlu segera dilakukan jika ditemukan indikasi pembengkakan, rasa nyeri, perubahan warna, atau tanda ketidaknyamanan pada bayi.
Pada skenario yang sangat jarang terjadi, sebagian kecil usus bayi dapat terjebak di dalam lubang hernia. Kondisi ini berisiko mengganggu aliran darah dan memerlukan tindakan pembedahan darurat yang biasanya disertai gejala tambahan seperti muntah atau sembelit.
Langkah pencegahan terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan terus mengamati setiap perubahan pada pusar bayi. Orang tua juga wajib memastikan area sensitif tersebut senantiasa berada dalam keadaan bersih dan kering sepanjang proses penyembuhan berlangsung.