Masa kehamilan memicu beragam perubahan pada tubuh wanita, termasuk munculnya pembengkakan pembuluh darah di area sensitif. Kondisi yang dikenal sebagai varises vulva ini ditandai dengan pelebaran pembuluh darah di sekitar bibir vagina akibat tekanan selama masa kehamilan.
Seperti dilansir dari Medcom, gejala tersebut serupa dengan pelebaran pembuluh darah yang kerap dialami sebagian ibu hamil pada area kaki atau telapak kaki.
“Varises vulva, sering disebut varises vagina, adalah pembuluh darah yang membesar atau bengkak di bibir vagina,” kata Michele Hakakha, MD, seorang spesialis kebidanan dan kandungan di Beverly Hills dalam Parents.
Pelebaran ini dipicu oleh ukuran rahim yang terus membesar seiring perkembangan janin. Rahim yang membesar kemudian menekan pembuluh darah di area panggul dan vagina, sehingga sirkulasi darah menjadi kurang lancar dan memicu penonjolan pembuluh darah.
Pertambahan usia kehamilan turut meningkatkan beban dan tekanan pada bagian bawah tubuh. Kombinasi antara bobot bayi yang bertambah serta perubahan hormon memaksa pembuluh darah bekerja lebih keras, yang akhirnya memicu pembengkakan di area intim.
Faktor risiko mengalami varises vulva juga dilaporkan lebih tinggi bagi ibu hamil yang pernah mengalami kondisi serupa pada kehamilan sebelumnya. Kendati bentuk penonjolannya kerap memicu kekhawatiran, kondisi medis ini pada dasarnya tidak dikategorikan sebagai hal yang berbahaya.
“Kabar baiknya adalah pembuluh darah ini tidak akan pecah dan berdarah, terlepas dari seberapa besar penomanfaatannya,” kata dr. Hakakha.
Meskipun kemunculannya sulit dicegah secara total selama masa kehamilan, terdapat beberapa langkah medis yang dapat diterapkan untuk meredakan tekanan dan rasa tidak nyaman.
Penggunaan sabuk penyangga khusus kehamilan atau V-belt sangat disarankan untuk membantu menopang area perut serta panggul. Mengenakan pakaian yang pas seperti legging maternity juga efektif mendistribusikan beban perut secara lebih merata.
Menjaga tubuh agar tetap aktif bergerak melalui aktivitas ringan seperti berjalan kaki juga sangat penting. Langkah ini efektif melancarkan aliran darah sekaligus mengurangi tekanan pembuluh darah, sementara terlalu lama duduk justru memperparah kondisi.
Dampak terhadap Bayi dan Persalinan
Kemunculan varises di area intim ini sering kali memicu kepanikan saat pertama kali disadari oleh ibu hamil. Namun, secara medis kondisi ini dipastikan tidak menimbulkan dampak buruk bagi keselamatan janin maupun kelancaran proses persalinan.
Setelah melewati proses persalinan, pembuluh darah yang melebar tersebut umumnya akan mengecil kembali secara bertahap. Pada sebagian besar kasus, varises vulva bahkan dapat menyusut hingga hilang sepenuhnya.
“Varises vulva tidak menimbulkan risiko apa pun bagi bayi atau persalinan,” kata dr. Hakakha.