Ketakutan ekstrem terhadap sesuatu yang membahayakan seperti ketinggian atau ruang sempit merupakan hal yang lumrah dijumpai. Namun, terdapat kondisi psikologis tidak biasa ketika rasa takut justru dipicu oleh kehadiran perempuan cantik.
Kondisi medis ini nyata adanya dan dikenal dengan istilah venustraphobia atau caligynephobia, seperti dilansir dari Medcom. Keadaan tersebut masuk dalam klasifikasi fobia spesifik, yaitu ketakutan tidak beralasan terhadap objek yang sebenarnya tidak berbahaya.
Gangguan ini bukan sekadar rasa gugup atau salah tingkah biasa yang kerap dialami seseorang saat mendekati lawan jenis. Penderita venustraphobia mengalami ketakutan irasional, ekstrem, dan terus-menerus terhadap wanita yang dianggap menarik secara visual.
Dampaknya tidak main-main karena bisa mengganggu aktivitas sosial, menurunkan rasa percaya diri, hingga menghambat perkembangan karier serta hubungan asmara. Menariknya, fobia ini tidak hanya menyerang pria heteroseksual, melainkan juga dapat dialami oleh perempuan maupun anak-anak.
Saat pengidap kondisi ini berinteraksi atau berada di dekat wanita menawan, tubuh mereka akan mengaktifkan respons lawan atau lari secara berlebihan. Kondisi tersebut memicu sejumlah gejala fisik dan psikologis yang cukup mengganggu.Gejala fisik yang sering muncul meliputi jantung berdebar sangat kencang, keringat dingin bercucuran di telapak tangan, serta tubuh gemetar. Pada tingkat yang parah, penderita dapat mengalami sesak napas, rasa tercekik di tenggorokan, mual, pusing, hingga pingsan.
Sementara itu, gejala psikologis dan perilaku ditandai dengan munculnya kecemasan hebat untuk segera melarikan diri dari lokasi. Pikiran penderita bisa mendadak kosong atau gagap saat diajak berbicara.
Mereka juga kerap melakukan perilaku menghindar secara ekstrem. Contohnya seperti menolak menghadiri acara sosial, pertemuan kerja, atau tempat umum yang berpotensi dihadiri oleh wanita yang menarik perhatian.
Faktor Penyebab dan Pemicu Fobia
Para ahli psikologi merangkum beberapa faktor utama yang menjadi pemicu venustraphobia. Salah satu penyebab utamanya adalah trauma masa lalu, seperti pernah mengalami penolakan memalukan, dihina, atau disakiti secara emosional oleh figur perempuan cantik.
Faktor berikutnya adalah rasa rendah diri yang berlebihan. Perasaan minder ini membuat penderita merasa tidak selevel dan selalu dihantui ketakutan akan dihakimi atau ditertawakan saat berada di dekat wanita menarik.
Pengaruh media dan budaya turut berperan membentuk doktrin di alam bawah sadar penderita. Penggambaran media yang sering menempatkan wanita cantik sebagai sosok dingin dan menuntut standar tinggi akhirnya dianggap sebagai sebuah ancaman sosial.
Di samping itu, venustraphobia dapat dipicu oleh fobia lain seperti genophobia atau takut berhubungan intim, erotophobia atau takut pada alat kelamin, dan gynophobia atau takut pada wanita secara umum. Seseorang dengan gangguan kecemasan atau gangguan obsesif kompulsif berisiko mengalami gejala yang lebih parah.