Menkes Budi Gunadi Sadikin Beberkan Strategi Pengendalian Kanker Nasional di Prancis

Menkes Budi Gunadi Sadikin Beberkan Strategi Pengendalian Kanker Nasional di Prancis

Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen besar dalam sektor kesehatan melalui langkah pengendalian kanker di kancah internasional. Seperti diberitakan oleh Medcom, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan strategi baru tersebut dalam forum internasional IARC@60 di Prancis pada Kamis lalu.

Fokus utama dari strategi ini mencakup perluasan layanan deteksi dini, pemerataan fasilitas kesehatan, serta penguatan kemitraan global. Langkah tersebut diambil demi mempercepat penanganan kanker di Indonesia agar lebih tepat sasaran.

Konferensi yang mengusung tema Cancer Research into Action tersebut mempertemukan para ilmuwan, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan global. Forum ini menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk menekan beban penyakit kanker.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa Indonesia telah meluncurkan Rencana Pengendalian Kanker Nasional pertama pada 2024. Program ini menjadi fondasi utama dalam reformasi layanan kesehatan kanker di tanah air.

Saat ini, deteksi dini menjadi prioritas utama pemerintah yang diintegrasikan melalui program Cek Kesehatan Gratis. Target pelaksanaan skrining ini melonjak tajam dari 70 juta orang pada tahun lalu menjadi 136 juta orang pada tahun ini.

Guna menunjang target itu, pemerintah mempercepat pemerataan akses alat diagnostik ke berbagai daerah. Langkah konkretnya meliputi distribusi alat USG ke sekitar 10.000 Puskesmas untuk mendeteksi kanker payudara.

Selain itu, pemerintah menyediakan 361 unit mamografi di 514 kabupaten dan kota, serta penambahan fasilitas CT scan. Unit pencitraan PET scan juga ditargetkan berkembang dari dua menjadi 16 unit di 16 provinsi pada 2027.

Pada aspek pencegahan, program imunisasi HPV kini dipercepat menjadi satu dosis. Layanan imunisasi ini akan diperluas bagi anak laki-laki serta kelompok usia lainnya mulai tahun ini.

Tantangan Spesialis dan Solusi Digital

Di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur, Menkes Budi mengakui keterbatasan tenaga spesialis masih menjadi tantangan utama. Kapasitas pendidikan kedokteran saat ini dinilai belum mampu mengimbangi kecepatan pembangunan fasilitas fisik.

Untuk mengatasi kendala tersebut, pemerintah mendorong reformasi pendidikan kedokteran di Indonesia. Penggunaan pemeriksaan patologi berbasis digital dan konsultasi jarak jauh turut diterapkan sebagai solusi sementara.

Pemerintah juga membuka peluang kemitraan dengan sektor swasta demi mempercepat penyediaan alat medis. Indonesia berencana mengadopsi terapi kanker generasi terbaru agar tidak tertinggal dalam pemanfaatan teknologi pengobatan global.

Langkah penataan data juga diperkuat melalui registrasi kanker yang terintegrasi di platform SatuSehat. Pemerintah menargetkan kota-kota di Indonesia dapat masuk ke dalam database insidensi kanker global secara bertahap setiap lima tahun.

Kerja sama internasional dengan International Agency for Research on Cancer, World Health Organization, dan lembaga riset global menjadi kunci penting. Sinergi ini mempermudah Indonesia mengadopsi praktik terbaik secara efisien tanpa proses yang mahal.

“Transformasi pengendalian kanker tidak bisa dilakukan sendiri. Dengan sinergi riset, kebijakan, dan kerja sama global, kita bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa,” ujar Menkes.

Artikel terkait

Rekomendasi