Merdeka Copper Gold Berencana Private Placement 2,44 Miliar Saham

Merdeka Copper Gold Berencana Private Placement 2,44 Miliar Saham

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengumumkan rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement dengan menerbitkan sebanyak 2,44 miliar lembar saham baru. Langkah strategis ini dilaporkan oleh manajemen melalui keterbukaan informasi pada Selasa (5/5/2026) guna memperkokoh struktur permodalan perusahaan.

Dilansir dari Market, jumlah saham yang akan dilepas tersebut setara dengan maksimal 10 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Saham baru ini ditetapkan memiliki nilai nominal sebesar Rp20 per lembar untuk mendukung rencana ekspansi dan pengembangan kegiatan usaha di masa depan.

Pihak manajemen menjelaskan bahwa pelaksanaan aksi korporasi ini memiliki tenggat waktu tertentu setelah mendapatkan izin dari para pemegang saham melalui mekanisme rapat resmi.

"PMTHMETD IV akan dilakukan dalam jangka waktu 2 tahun sejak Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan [RUPST] memberikan persetujuan," ungkap manajemen MDKA dalam keterbukaan informasi, Selasa (5/5/2026).

Hingga akhir Maret 2026, komposisi kepemilikan saham MDKA masih didominasi oleh PT Saratoga Investama Sedaya Tbk sebesar 19,36 persen dan PT Mitra Daya Mustika sebesar 11,88 persen. Selain itu, Garibaldi Thohir menggenggam 7,46 persen, PT Suwarna Arta Mandiri 5,46 persen, serta sisanya dimiliki oleh publik.

Pada sisi operasional, perusahaan mencatatkan pertumbuhan signifikan di sektor nikel dan emas selama kuartal I/2026. Fokus utama saat ini berada pada Tambang Emas Pani yang dikelola oleh anak usahanya, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), dengan target produksi tahunan mencapai 100.000 hingga 115.000 ounces.

Data kinerja menunjukkan Tambang Pani telah memproduksi 1.818 ounces emas dan berhasil menjual 516 ounces dalam tiga bulan pertama tahun ini. Sementara itu, sektor nikel melalui PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatatkan lonjakan produksi saprolit sebesar 72 persen dan bijih limonit hingga 195 persen secara tahunan.

Manajemen kini tengah memprioritaskan pemanfaatan pasokan saprolit dari tambang internal di Konawe untuk menyuplai smelter Rotary Kiln Electric Furnace. Strategi ini diterapkan perusahaan guna meminimalkan ketergantungan pada pihak eksternal sekaligus meningkatkan margin keuntungan operasional.

Artikel terkait

Rekomendasi