PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berencana menambah modal melalui penerbitan sebanyak 2,44 miliar saham baru melalui skema private placement untuk memperkuat struktur keuangan perusahaan. Langkah korporasi ini berpotensi memicu dilusi kepemilikan saham bagi pemegang saham lama hingga maksimal 9,091 persen.
Aksi ini secara resmi diumumkan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Rabu (6/5/2026), sebagaimana dilansir dari Money. Manajemen menjelaskan bahwa skema penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu ini ditujukan langsung kepada investor institusi tertentu.
“Setelah pelaksanaan private placement menjadi efektif, persentase kepemilikan saham dari pemegang saham perseroan saat ini akan mengalami dilusi sebesar maksimum 9,091 persen," ujar manajemen dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Rabu (6/5/2026).
Emiten tambang ini secara mendetail akan menerbitkan tepatnya 2.447.298.377 lembar saham dengan nilai nominal Rp 20 per saham. Jumlah tersebut setara dengan 10 persen dari total seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perusahaan.
“Untuk mengembangkan kegiatan usaha perseroan serta upaya memiliki kesempatan untuk melaksanakan potensi ekspansi, perseroan memandang perlu untuk memperkuat struktur permodalannya," lanjut manajemen.
Alokasi dana yang dihimpun nantinya akan digunakan sekitar 30 persen untuk kebutuhan modal kerja dan pengembangan bisnis. Pemanfaatan dana tersebut meliputi belanja modal, akuisisi saham, pembelian aset, hingga penyertaan modal pada entitas lain.
Rencana besar ini dijadwalkan akan meminta persetujuan para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 11 Juni 2026. Berdasarkan regulasi, perusahaan memiliki waktu maksimal dua tahun untuk mengeksekusi aksi ini setelah mendapat izin rapat.
Hingga saat ini, struktur kepemilikan saham MDKA masih didominasi oleh PT Saratoga Investama Sedaya Tbk dengan porsi 19,37 persen. Di posisi kedua terdapat PT Mitra Daya Mustika sebesar 11,88 persen, diikuti oleh Garibaldi Thohir yang menggenggam kepemilikan 7,46 persen.
Daftar pemegang saham lainnya mencakup PT Suwarna Arta Mandiri (5,46 persen) dan Hongkong Brunp & CATL Co., Limited (4,93 persen). Selain itu, terdapat keterlibatan institusi seperti Pemkab Banyuwangi sebesar 3,98 persen dan PT Srivijaya Kapital sebanyak 2,36 persen.
Sektor jaminan sosial juga tercatat sebagai pemilik, di mana BPJS Ketenagakerjaan Program Jaminan Hari Tua menguasai 2,15 persen. Sisanya dimiliki oleh PT Trinugraha Thohir sebesar 1,98 persen serta BPJS Ketenagakerjaan Program Jaminan Pensiun sebesar 1,41 persen.
| Nama Pemegang Saham | Persentase Kepemilikan |
|---|---|
| PT Saratoga Investama Sedaya Tbk | 19,37% |
| PT Mitra Daya Mustika | 11,88% |
| Garibaldi Thohir | 7,46% |
| PT Suwarna Arta Mandiri | 5,46% |
| Hongkong Brunp & CATL Co., Limited | 4,93% |
| Pemerintah Kabupaten Banyuwangi | 3,98% |
| PT Srivijaya Kapital | 2,36% |
| BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Hari Tua | 2,15% |
| PT Trinugraha Thohir | 1,98% |
| BPJS Ketenagakerjaan Jaminan Pensiun | 1,41% |
Pada hari pengumuman rencana tersebut, harga saham MDKA terpantau mengalami penguatan di lantai bursa. Nilai saham meningkat 50 poin atau setara 1,61 persen ke posisi Rp 3.150 per saham dengan rentang perdagangan harian di kisaran Rp 3.100 hingga Rp 3.160.