PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dilaporkan telah merealisasikan keseluruhan dana hasil penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Dana dengan nilai mencapai Rp 4,54 triliun tersebut seluruhnya telah terserap hingga per tanggal 31 Mei 2026.
Seperti dikutip dari Investasi, korporasi memanfaatkan dana tersebut dalam rangka menunjang kelancaran proses pengembangan Tambang Emas Pani. Proyek pertambangan emas ini berlokasi di wilayah Gorontalo.
Jika merujuk pada dokumen laporan realisasi penggunaan dana IPO, sebagian modal dialokasikan demi memenuhi kebutuhan modal kerja. Kebutuhan modal kerja ini disalurkan kepada PT Pani Bersama Tambang (PBT) dan PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS).
Selanjutnya, sisa dari perolehan dana IPO tersebut dimanfaatkan oleh pihak perseroan untuk melunasi pembayaran pinjaman. Kewajiban pembayaran utang ini diserahkan kepada PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
Presiden Direktur PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke P. Abidin, menyampaikan bahwa proses penyerapan dana hasil IPO tersebut telah terlaksana sesuai dengan perencanaan korporasi.
Langkah ini juga diklaim mampu mendorong percepatan pengerjaan proyek Tambang Emas Pani. Saat ini, proyek tersebut dilaporkan sudah mulai memasuki fase awal produksi serta tahapan ramp-up operasional.
"Realisasi dana IPO berjalan sesuai rencana untuk mendukung pengembangan Tambang Emas Pani sebagai aset utama kami," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (3/6/2026).
Sepanjang periode kuartal I-2026, EMAS mencatatkan perolehan volume produksi emas awal sebanyak 1.818 ounces. Di sisi lain, jumlah penjualan perdana yang berhasil dibukukan oleh perseroan menyentuh angka 516 ounces.
Pihak manajemen saat ini masih terus menggulirkan proses peningkatan kapasitas atau ramp-up operasional di area Tambang Emas Pani. Perseroan mengestimasikan bahwa porsi terbesar dari produksi emas sepanjang tahun 2026 akan lebih banyak terealisasi pada periode semester II-2026.
Demi mengejar pemenuhan target tahunan tersebut, perusahaan gencar melaksanakan perluasan area heap leach pad tambahan. Strategi pembenahan infrastruktur ini bertujuan untuk menaikkan kapasitas penumpukan bijih emas secara optimal.
Melalui penerapan langkah teknis tersebut, manajemen berharap bisa memacu ritme sistem produksi sekaligus mempertinggi taraf efisiensi operasional di area pertambangan.
Tidak hanya itu, anak usaha dari MDKA ini juga terpantau melanjutkan agenda konstruksi fasilitas Carbon-in-Leach (CIL). Fasilitas pengolahan baru ini diproyeksikan menjadi pilar krusial bagi strategi perluasan kapasitas pemrosesan jangka panjang di Tambang Emas Pani.
Progres Studi Kelayakan dan Volume Bijih Emas
Mengenai pengerjaan aspek pengembangan proyek pertambangan, EMAS kini sedang berada dalam fase finalisasi pembaruan dokumen Definitive Feasibility Study (DFS). Pihak perseroan mematok target untuk memutus Final Investment Decision (FID) pada momentum akhir kuartal II-2026.
Berbekal rangkaian agenda ekspansi yang tengah bergulir, EMAS memasang target capaian volume produksi emas di kisaran 100.000 hingga 115.000 ounces untuk sepanjang tahun buku 2026.
Dilihat dari indikator kinerja operasional pertambangan, volume produksi komoditas bijih terhitung sudah menyentuh angka 2,5 juta ton. Manajemen juga telah menuntaskan agenda program pengeboran tahap awal di wilayah prospek Kolokoa, dengan rincian total 54 lubang bor serta akumulasi panjang pengerukan sedalam 11.701,6 meter.