PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatat serangkaian perkembangan signifikan mulai dari transaksi afiliasi, produksi awal tambang Pani, hingga masuk ke indeks global untuk memperkuat bisnisnya, dilansir dari Investasi.
Perusahaan membukukan produksi awal sebesar 1.818 ons emas dengan penjualan awal 516 ons pada kuartal I-2026 sebagai tanda transisi menuju operasi komersial. Kapasitas operasional digenjot demi mengejar target produksi tahun 2026 di kisaran 100.000 hingga 115.000 ons emas.
Guna memastikan penyerapan hasil tersebut, EMAS telah menandatangani perjanjian jual beli bersama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) selama dua tahun untuk menyuplai sekitar 100.000 ons emas per tahun. Penurunan biaya operasional juga diproyeksikan terjadi pada paruh kedua tahun ini saat fasilitas heap leach beroperasi penuh.
Ekspansi ini turut didukung fasilitas perbankan tanpa jaminan senilai US$ 150 juta bertenor 12 bulan yang diperoleh pada April 2026 dari sejumlah bank nasional dan asing. Selain itu, kegiatan eksplorasi di prospek Kolokoa menunjukkan indikasi mineralisasi emas dengan kadar hingga 1,57 g/t dan potensi sumber daya awal 20 juta sampai 40 juta ton.
Kinerja emiten ini memicu masuknya EMAS ke dalam Global Junior Gold Miners Index yang dilacak oleh ETF VanEck GDXJ, sehingga berpotensi mendorong masuknya arus dana pasif global sekitar US$ 86 juta. Analis Astronacci International, Gema Goeryadi, dalam riset pada 6 Mei 2026 memaparkan bahwa emiten ini juga melakukan transaksi penyewaan alat berat bernilai Rp 39,37 miliar yang dikategorikan sebagai transaksi afiliasi nonmaterial.
Melalui riset tersebut, Astronacci International mempertahankan rekomendasi beli untuk saham EMAS dengan target harga Rp 10.000 per saham.
"Pertumbuhan laba bersih yang signifikan akan membawa EMAS ke level berikutnya. Kami melihat potensi aliran dana besar untuk mulai masuk ke saham ini," tulis Gema Goeryadi, Analis Astronacci International.
Kendati memiliki prospek positif, pasar diimbau tetap mewaspadai risiko operasional pada fase ramp-up produksi serta fluktuasi harga emas dunia. Pada perdagangan hari tersebut, saham EMAS ditutup melemah sebesar 4,49 persen ke level Rp 7.450 per saham hingga pukul 09.19 WIB.