Merdeka Gold Suntik Modal Anak Usaha Rp 1,86 Triliun

Merdeka Gold Suntik Modal Anak Usaha Rp 1,86 Triliun

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengucurkan tambahan modal kepada entitas anak usahanya senilai Rp 1,86 triliun. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat operasi bisnis serta menyokong kebutuhan modal kerja perusahaan anak.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Mei 2026, seperti diberitakan oleh Investasi, suntikan dana tersebut mengalir melalui PT Pani Bersama Tambang (PBT). Perusahaan ini menyalurkan uang muka investasi tambahan kepada PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) dengan nilai plafon maksimal mencapai Rp1,865 triliun.

Pihak manajemen mengonfirmasi bahwa seluruh dana tersebut akan dialokasikan untuk keperluan korporasi umum, pemenuhan modal kerja, pengeluaran modal dan operasional, serta kebutuhan penunjang lainnya. Komitmen kerja sama finansial ini nantinya bakal dikonversikan menjadi kepemilikan saham baru dalam modal PETS.

Proses konversi ekuitas tersebut dijadwalkan bakal rampung paling lambat satu tahun sejak komitmen dana disediakan bagi PETS. Meski demikian, para pihak tetap membuka peluang penyesuaian jadwal pada tanggal lain yang disepakati oleh PBT.

Aspek Regulasi dan Klasifikasi Transaksi

Nilai kucuran modal ini setara dengan 29,18% dari total ekuitas perusahaan. Oleh karena itu, otoritas mengklasifikasikan langkah korporasi ini sebagai transaksi material sekaligus transaksi afiliasi berdasarkan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Walaupun masuk dalam kategori material, EMAS menegaskan bahwa langkah ini tidak memerlukan persetujuan dari rapat umum pemegang saham. Hal ini dikarenakan transaksi dilakukan secara internal antar entitas bisnis yang dikendalikan penuh oleh induk perusahaan yang sama.

Sebagai informasi, PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) merupakan entitas yang memfokuskan lini bisnisnya pada sektor pertambangan bijih logam. Di sisi lain, PBT bergerak pada bidang pengolahan logam mulia yang mencakup aktivitas pemurnian, peleburan, penuangan, hingga sektor perdagangan produk logam mulia.

Artikel terkait

Rekomendasi