PT Multi Harapan Utama Berhasil Turunkan Emisi Karbon 41 Persen

PT Multi Harapan Utama Berhasil Turunkan Emisi Karbon 41 Persen

PT Multi Harapan Utama (MHU) mencatatkan penurunan emisi Scope 1 dan Scope 2 sebesar 41,34 persen sepanjang tahun 2024. Pencapaian yang dilansir dari Money pada Selasa (5/5/2026) ini melampaui target jangka menengah perusahaan yang semula ditetapkan untuk tahun 2030.

Total emisi perusahaan tercatat berada pada angka 275.065,53 ton CO2e. Jika merujuk pada baseline tahun 2021, MHU sebenarnya menargetkan penurunan emisi Scope 1 sebesar 8 persen pada 2030, namun realisasinya mencapai 40,89 persen atau enam tahun lebih cepat.

Pengurangan beban karbon ini diklaim setara dengan menghilangkan jejak emisi lebih dari 130.000 kendaraan penumpang. Terdapat tiga pilar utama yang mendorong keberhasilan dekarbonisasi ini, yaitu transformasi armada, efisiensi operasional, dan reklamasi lahan.

Melalui program HYDRUM, perusahaan mengubah unit dump truck diesel menjadi teknologi hibrida yang memangkas konsumsi bahan bakar dari 68 liter menjadi 36,70 liter per jam. Langkah ini menghasilkan penghematan 1,22 juta liter bahan bakar senilai Rp 19,9 miliar dalam lima bulan pertama.

Sektor operasional juga menyumbang penurunan 82.334 ton CO2e melalui sistem pemantauan idle time berbasis data. Sementara itu, kegiatan reklamasi lahan pascatambang berkontribusi paling besar dalam portofolio dekarbonisasi dengan penyerapan karbon mencapai 273.419 ton CO2e.

Sebagai strategi jangka panjang, perusahaan kini menguji coba penggunaan dump truck listrik SANY 445 EV berkapasitas baterai 400 kWh di Kutai Kartanegara. Kendaraan ini diproyeksikan mampu menekan biaya operasional hingga 40 persen dibandingkan unit konvensional.

Pencapaian ini membuat MHU meraih penghargaan Green Achievement in Emission Reduction dan Ruby Achievement in Emission Transparency pada ajang The Best Corporate Transparency and Emission Reduction Awards 2026. Penilaian tersebut didasarkan pada transparansi pelaporan yang mengadopsi standar internasional ISO 14064-1.

Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar menekankan bahwa pemanfaatan data menjadi faktor krusial dalam keberhasilan program lingkungan tersebut.

"Penghargaan ini menjadi bukti bahwa transformasi yang kami jalankan menghasilkan dampak nyata. Kami tidak hanya menargetkan penurunan emisi, tetapi juga memastikan setiap langkah terukur, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan. Ke depan, kami akan terus mempercepat adopsi teknologi rendah emisi dan memperkuat sistem berbasis data. Bagi kami, keberlanjutan bukan sekadar kepatuhan, tetapi strategi bisnis jangka panjang," ujar Kemal Djamil Siregar, Presiden Direktur MHU.

Peningkatan kinerja lingkungan ini turut memperkuat posisi MMS Group Indonesia (MMSGI) dalam aspek Environmental, Social, and Governance (ESG). Grup tersebut mencatatkan skor 52/100 pada Corporate Sustainability Assessment (CSA) 2025 oleh S&P Global untuk sektor batubara dan bahan bakar konsumsi.

Artikel terkait

Rekomendasi