Mikel Arteta Ungkap Rahasia Jaga Kesehatan Mental di Arsenal

Mikel Arteta Ungkap Rahasia Jaga Kesehatan Mental di Arsenal

Menjadi manajer di klub sebesar Arsenal menghadirkan tekanan luar biasa besar, terutama saat tim sedang bersaing ketat di jalur juara. Mikel Arteta kini tengah memimpin anak asuhnya dalam perburuan gelar Liga Inggris sekaligus bersiap menghadapi final Liga Champions.

Dilansir dari Detik Health, pelatih asal Spanyol tersebut memiliki strategi khusus untuk menjaga kewarasan mentalnya di tengah sorotan tajam media dan ekspektasi tinggi para penggemar. Ketenangan menjadi kunci utama Arteta dalam membangun skuad yang semakin solid dan kompetitif.

Salah satu metode yang diterapkan Arteta adalah dengan meluangkan waktu khusus untuk refleksi diri sebelum memulai rutinitas latihan yang padat. Kebiasaan ini dilakukan setiap pagi guna memastikan kesiapan mental sebelum menghadapi berbagai keputusan strategis klub.

Arteta menyadari bahwa tugasnya menuntut kesiapan penuh sejak saat pertama ia terbangun. Namun, ia secara rutin menyisihkan waktu untuk menyendiri guna memproses rencana mingguan dan mengevaluasi hasil kerja sebelumnya.

"Saya tiba di sini (markas latihan Arsenal) pukul 8 pagi dan kemudian saya butuh waktu tenang selama satu jam. Di dalam mobil, saya sudah memikirkan hal-hal yang harus saya lakukan hari ini, hal-hal yang telah saya rencanakan, bagaimana minggu saya akan berjalan," kata Arteta.

Keluarga sebagai Fondasi Kestabilan

Selain refleksi pribadi, lingkungan keluarga menjadi faktor krusial yang menjaga stabilitas emosional sang manajer. Keluarga dianggap sebagai zona aman yang melindunginya dari guncangan profesional di dunia sepak bola.

"Pertama-tama, ini tentang keluarga saya. Saya sangat bangga dengan keluarga yang telah kami bangun, dengan orang tua yang saya miliki, teman-teman yang saya miliki, dan cara saya dibesarkan. Itu memberi saya ketenangan, itu memberi saya kebebasan karena saya bisa menjadi diri sendiri, dan saya merasa terlindungi. Itulah mengapa hal itu memberi saya stabilitas," ujar Arteta.

Baginya, kecintaan terhadap profesi sebagai pelatih tidak boleh mengorbankan kesejahteraan pribadi dan hubungannya dengan orang-orang terdekat. Sepak bola tetap menjadi gairah utama yang harus berjalan selaras dengan kesehatan jiwa.

"Ada banyak hal dalam hidup kita, dan terutama dalam profesi ini, yang dapat dengan cepat mengubah keadaan emosional, cara berpikir, dan perasaan kita. Tetapi saya selalu kembali pada prinsip 'saya melakukan apa yang saya lakukan karena saya mencintainya'," kata Arteta.

"Ini adalah gairah saya. Sesuatu yang menjadi gairah saya tidak boleh membahayakan kesehatan, keadaan emosional, atau keluarga saya. Saya tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi," tutup Arteta.

Artikel terkait

Rekomendasi