Kebiasaan mengonsumsi jenis minuman tertentu setiap hari ternyata tidak selalu aman bagi kesehatan tubuh. Beberapa jenis minuman bahkan memiliki keterkaitan erat dengan peningkatan risiko berkembangnya sel kanker.
Minuman bersoda serta minuman rasa buah yang kerap menjadi penambah energi terbukti menyimpan bahaya tersembunyi. Dikutip dari Detik Health, Dr Saurabh Sethi yang merupakan ahli gastroentologi lulusan Harvard menekankan bahwa minuman manis tidak sekadar menaikkan kadar gula darah, tetapi juga memicu peradangan kronis dan mempercepat perkembangan kanker.
Riset terbaru dari Cancer Council Victoria dan Melbourne University turut memperkuat temuan tersebut. Penelitian yang memantau lebih dari 35.000 warga Victoria selama 12 tahun mendapati bahwa lonjakan risiko kanker tidak melulu dipicu oleh faktor obesitas.
"Bahkan orang yang tidak kelebihan berat badan pun memiliki risiko lebih tinggi jika mereka rutin minum minuman bersoda. Hal ini tidak terjadi pada mereka yang minum minuman bersoda diet, yang menunjukkan bahwa gula merupakan kontributor utama," kata Associate Professor, Allison Hodge, dari divisi epidemiologi dan intelijen kanker Cancer Council.
CEO Cancer Council Victoria, Todd Harper menjelaskan, konsumsi produk manis menjadi pemicu obesitas yang berujung pada peningkatan risiko terhadap 13 jenis kanker. Hasil studi ini menjadi pijakan kuat bagi masyarakat untuk membatasi asupan pemanis.
Selain minuman manis, alkohol juga menjadi sorotan besar para pakar kesehatan. Dr Sethi menyebutkan bahwa meminum alkohol dalam tingkat sedang sekalipun bisa memicu kanker yang berkaitan dengan hormon, seperti kanker payudara dan liver.
Zat di dalam alkohol mampu mengubah kadar estrogen sekaligus mengganggu penyerapan nutrisi krusial seperti folat yang mengemban tugas memperbaiki DNA. Berdasarkan data Centers for Disease Control (CDC), alkohol dapat memicu kanker pada mulut, tenggorokan (faring), pita suara (laring), usus besar dan rektum, hati, serta payudara.
Sejumlah riset lain menegaskan bahwa meminum tiga atau lebih gelas alkohol per hari akan mendongkrak risiko kanker lambung, pankreas, hingga prostat. Kerusakan DNA akibat alkohol membuat pertumbuhan sel menjadi tidak terkendali.
Peran Kopi Terhadap Penyakit Kanker
Mengenai anggapan bahwa kopi dapat mencegah kanker, Spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi Dr dr Andhika Rachman SpPD-KHOM memberikan penjelasan medisnya. Menurutnya, kopi tidak bisa serta-merta dijadikan obat pencegah kanker.
"Dia sebagai antioksidannya. Dia bukan sebagai obat. Jadi kalau minum gituan, lewat kankernya? Nggak," katanya.
Dr dr Andhika Rachman SpPD-KHOM menambahkan bahwa konsumsi kopi sebanyak tiga cangkir sehari hanya berperan sebagai pelengkap karena kandungan antioksidannya yang tinggi.
"Nah pertanyaannya adalah pasien ada darah tinggi nggak? Jadi kalau minum itu harus ada note-nya gitu. Nggak ada darah tinggi, nggak ada gangguan lambung, nah kalau ada itu nggak bisa," imbuhnya lagi.