Mitos Ikan Lele Bengkok Akibat Pakan Jorok Terbantahkan

Mitos Ikan Lele Bengkok Akibat Pakan Jorok Terbantahkan

Anggapan masyarakat mengenai bentuk fisik ikan lele yang melengkung atau bengkok saat digoreng sebagai indikasi pakan yang kotor ternyata hanyalah mitos. Fenomena fisik tersebut tidak memiliki kaitan langsung dengan jenis asupan yang dikonsumsi ikan selama masa pemeliharaan.

Dilansir dari Detik Health, seorang sarjana peternakan dari IPB University yang mendalami teknologi nutrisi dan pakan menegaskan bahwa kualitas lele tidak ditentukan oleh bentuknya setelah dimasak. Masyarakat diimbau untuk lebih teliti mengamati aspek lain dalam menentukan kualitas ikan konsumsi ini.

Lele sering kali dianggap sebagai sumber nutrisi yang kurang berkelas atau underrated karena harganya yang sangat terjangkau. Padahal, di balik citra ekonomisnya, ikan ini menyimpan kandungan gizi yang sangat tinggi bagi tubuh manusia.

Kandungan nutrisi yang terdapat di dalam ikan lele bahkan disebut-sebut dapat disetarakan dengan ikan salmon yang dikenal sebagai produk premium. Hal ini menjadikan lele sebagai alternatif protein hewani berkualitas tinggi dengan harga yang tetap bersahabat bagi kantong penggemarnya.

Untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang maksimal, konsumen disarankan untuk fokus pada cara pemilihan ikan yang segar dan berkualitas saat membelinya di pasar. Pengamatan pada kondisi fisik sebelum diolah jauh lebih penting daripada memercayai mitos mengenai bentuk lele saat sudah masuk ke dalam penggorengan.

Artikel terkait

Rekomendasi