Mixue Ekspansi Dekati 2.600 Gerai di Indonesia dan Serap Ribuan Tenaga Kerja

Mixue Ekspansi Dekati 2.600 Gerai di Indonesia dan Serap Ribuan Tenaga Kerja

Indonesia kini menjadi salah satu pasar pertumbuhan paling strategis bagi jaringan minuman teh dan es krim asal Tiongkok, Mixue, di wilayah Asia Tenggara. Dalam periode lima tahun sejak pertama kali berekspansi ke Indonesia pada 2020, jaringan ini berhasil memperluas jangkauan bisnisnya hingga mendekati 2.600 gerai di berbagai kota besar, seperti dilansir dari Medcom.

Head of Public Relations Southeast Asia Region Mixue, Alexs B, menjelaskan bahwa besarnya pasar Indonesia serta tingginya minat masyarakat terhadap produk minuman segar dengan harga terjangkau menjadi alasan utama peran strategis negara ini.

"Indonesia merupakan salah satu pasar utama Mixue di Asia Tenggara. Pertumbuhan yang kami capai selama lima tahun terakhir menunjukkan tingginya penerimaan masyarakat terhadap produk dan layanan kami. Karena itu, kami akan terus memperkuat investasi serta memperluas kontribusi bagi perekonomian lokal," ujar Alexs B dalam keterangannya.

Secara global, Mixue mencatatkan kepemilikan 59.823 gerai hingga akhir tahun lalu, dengan 55.356 gerai di antaranya beroperasi di China daratan, dikutip dari vnexpress. Selain Indonesia, Vietnam menjadi pasar luar negeri terbesar lainnya dengan kepemilikan 1.304 unit gerai per September 2024, berdasarkan prospektus untuk IPO di Hong Kong awal 2025.

Penetrasi pasar Mixue di sektor minuman segar nasional kini telah menjangkau kota-kota utama seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, hingga Yogyakarta. Di balik ekspansi tersebut, manajemen mengeklaim adanya dampak ekonomi positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Hingga akhir 2025, tercatat lebih dari 1.400 pelaku usaha di Indonesia telah bergabung sebagai mitra waralaba. Alexs B menambahkan bahwa perluasan jaringan ini tidak hanya membuka peluang bisnis baru, tetapi juga efektif dalam menciptakan lapangan kerja.

"Lebih dari 96 persen tenaga kerja di gerai-gerai Mixue merupakan warga lokal. Kami percaya pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan penciptaan manfaat ekonomi bagi komunitas tempat kami beroperasi," katanya.

Data internal perusahaan menunjukkan jaringan gerai Mixue telah menyerap sekitar 12.800 tenaga kerja secara langsung. Selain itu, aktivitas operasional pendukung seperti sektor logistik, pengolahan bahan baku, produksi kemasan, hingga renovasi gerai turut membuka lebih dari 20.000 lapangan kerja tidak langsung di berbagai daerah.

Di tengah ketatnya persaingan industri minuman nasional, strategi lokalisasi menjadi faktor kunci yang mendukung pertumbuhan Mixue. Langkah ini mencakup kepatuhan terhadap regulasi lokal hingga penyesuaian produk dengan selera konsumen di Indonesia.

Seluruh bahan baku, produk minuman, kemasan, hingga rantai pasok pergudangan yang digunakan perusahaan dipastikan telah mengantongi sertifikasi halal resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Seluruh operasional perusahaan juga berjalan di bawah pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Perusahaan juga meluncurkan berbagai program promosi dan produk edisi khusus yang disesuaikan dengan momen penting keagamaan, seperti bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

"Kami tidak hanya ingin hadir sebagai merek internasional, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Karena itu, pendekatan lokal dan pemahaman terhadap budaya menjadi prioritas kami," ujar Alexs B.

Untuk mempertahankan pertumbuhan di pasar domestik yang masih potensial, Mixue berencana melanjutkan ekspansi gerai, memperkuat rantai pasok lokal, serta meningkatkan kualitas produk dan layanan.

Artikel terkait

Rekomendasi