MNC Sekuritas Pertahankan Rekomendasi Beli Saham ERAA

MNC Sekuritas Pertahankan Rekomendasi Beli Saham ERAA

MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dengan target harga Rp 500 per saham berdasarkan riset pada 22 Mei 2026. Keputusan tersebut didorong oleh capaian laba bersih perusahaan yang telah mencapai sekitar 35 persen dari estimasi laba penuh tahun 2026.

Kinerja emiten ritel telekomunikasi tersebut tercatat melesat signifikan pada tiga bulan pertama tahun ini, seperti dilansir dari Investasi. ERAA membukukan penjualan sebesar Rp 22,4 triliun pada kuartal I-2026, atau mengalami pertumbuhan sebesar 41,1 persen secara year on year (yoy).

Pertumbuhan itu juga tercermin dari same-store sales growth (SSSG) yang mencapai 27,5 persen pada kuartal I-2026. Kondisi ini berbalik signifikan dari kontraksi sebesar 15 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Segmen ponsel dan tablet masih mendominasi dengan kontribusi 78,6 persen atau senilai Rp 17,6 triliun.

"Performa kuat pada kuartal pertama terutama ditopang oleh permintaan lanjutan (carry-over demand) dari peluncuran seri iPhone 17 pada kuartal IV-2025, serta momentum perayaan Tahun Baru Imlek, Ramadan, dan Lebaran yang turut mendorong penjualan produk active & lifestyle," tulis Analis MNC Sekuritas Catherine Florencia M, Analis MNC Sekuritas.

Volume penjualan smartphone ERAA meningkat menjadi 2,8 juta unit dengan harga jual rata-rata (ASP) naik 19,5 persen menjadi Rp 6,2 juta per unit. Pada lini non-handset, produk active & lifestyle melonjak 206,4 persen menjadi Rp 697,6 miar, sementara segmen komputer dan perangkat elektronik tumbuh 56,7 persen menjadi Rp 1 triliun.

"ERAA tetap menjadi pilihan menarik karena memiliki eksposur kuat pada segmen menengah atas yang cenderung lebih tahan terhadap tekanan makroekonomi dan mampu mempertahankan permintaan produk premium," tulis Catherine Florencia M, Analis MNC Sekuritas.

MNC Sekuritas memproyeksikan pendapatan dan laba bersih ERAA sepanjang tahun 2026 masing-masing akan menyentuh Rp 80,02 triliun dan Rp 1,29 triliun. Pada perdagangan Jumat (29/5/2026), saham ERAA ditutup melemah sebesar 0,53 persen ke level Rp 374 per saham.

Artikel terkait

Rekomendasi