MoraRepublic Targetkan 5 Juta Homepass Guna Perkuat Jaringan Broadband

MoraRepublic Targetkan 5 Juta Homepass Guna Perkuat Jaringan Broadband

PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic) menargetkan pembangunan 5 juta homepass pada tahun 2026 untuk memperkuat layanan broadband di Indonesia pasca penggabungan entitas Moratelindo dan MyRepublic. Dilansir dari Kontan pada Rabu (13/5/2026), perusahaan telekomunikasi ini juga memfokuskan ekspansi layanan fixed wireless access ke 179 kota.

Langkah strategis ini memanfaatkan penggabungan infrastruktur MyRepublic di sektor last mile dengan jaringan backbone milik Moratelindo yang sudah terintegrasi dari Sumatra hingga Papua. Integrasi tersebut saat ini telah menjangkau sekitar 200 kota dan kabupaten dengan dukungan layanan enterprise bagi 17.000 pelanggan.

Chief Network Officer MoraRepublic, Hendra Gunawan menjelaskan bahwa sinergi dua kekuatan ini bertujuan untuk menciptakan efisiensi operasional dan melahirkan berbagai inovasi teknologi baru di berbagai sektor industri telekomunikasi tanah air.

"Jadi dua kekuatan ini saling sinergi, saling mengisi. Dengan bergabungnya dua kekuatan ini, ditargetkan ada banyak efisiensi, inovasi-inovasi teknologi yang baru, serta sinergi di berbagai macam sektor," ujar Hendra Gunawan, Chief Network Officer MoraRepublic.

Hendra memaparkan bahwa fokus utama pasca merger adalah optimalisasi belanja modal dan peningkatan kualitas layanan melalui penggunaan jaringan backbone internal sendiri. Sebelumnya, operasional jaringan tertentu masih mengandalkan infrastruktur dari pihak ketiga untuk mendistribusikan data ke pelanggan.

Untuk merespons peningkatan trafik data nasional, perusahaan kini memprioritaskan pengembangan fiber-to-the-home di wilayah Jawa, Sumatra, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara. Hendra menilai konsolidasi industri merupakan solusi krusial bagi pemerataan konektivitas digital di seluruh wilayah Indonesia.

Selain pembangunan fisik, MoraRepublic mulai mengadopsi teknologi kecerdasan buatan untuk mengotomatisasi layanan pelanggan serta menganalisis produktivitas tim penjualan secara mendalam. Perusahaan juga menjalin kemitraan dengan penyedia teknologi global ZTE guna mempercepat inklusi layanan internet broadband yang lebih luas.

"Kami yakin internet sekarang sudah menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat. Jadi, dengan adanya kolaborasi serta demand dan supply ekosistem ini, diharapkan juga bisa meningkatkan ekonomi digital di Indonesia," terang Hendra Gunawan, Chief Network Officer MoraRepublic.

Meskipun optimis, perusahaan tetap mewaspadai tantangan ketidakpastian geopolitik yang memicu kenaikan harga material perangkat jaringan seperti chipset dan fiber optik. Strategi efisiensi desain jaringan terus diterapkan agar rencana ekspansi tetap berjalan sesuai dengan target belanja modal yang telah ditetapkan.

Artikel terkait

Rekomendasi