PT Mandiri Utama Finance (MUF) mencatatkan perbaikan biaya pendanaan atau cost of fund hingga kuartal I-2026 di Jakarta, meskipun industri multifinance saat ini tengah didominasi oleh pendanaan perbankan serta tren kenaikan suku bunga dan yield obligasi.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis data per Maret 2026 yang menunjukkan bahwa sektor perbankan masih mendominasi sumber pendanaan perusahaan pembiayaan, dengan porsi mencapai 73,65 persen atau setara dengan Rp279,74 triliun, seperti dilansir dari Keuangan.
Struktur permodalan tersebut memicu sensitivitas industri multifinance terhadap fluktuasi suku bunga dan kenaikan yield obligasi karena berpotensi mengerek beban biaya pendanaan. Direktur Mandiri Utama Finance, Dapot Parasian S. Sinaga, menjelaskan bahwa realisasi biaya pendanaan perseroan hingga kuartal I-2026 berjalan lebih positif dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
"Hal ini ditopang pengelolaan pendanaan yang optimal serta sinergi dengan ekosistem Bank Mandiri dan Bank Syariah Indonesia sehingga akses pendanaan tetap kompetitif," ujar Dapot Parasian S. Sinaga, Direktur Mandiri Utama Finance pada Jumat (15/5/2026).
Pihak manajemen menegaskan bahwa MUF masih mempertahankan sektor perbankan sebagai pilar utama pendanaan melalui fasilitas kredit modal kerja maupun skema joint financing. Langkah penguatan sinergi dengan lembaga perbankan terus dilakukan demi menjaga stabilitas pasokan dana serta fleksibilitas likuiditas untuk ekspansi bisnis.
Perusahaan pembiayaan ini juga memilih untuk tidak mengubah strategi pendanaan di tengah tren kenaikan suku bunga saat ini. Kendati demikian, skema diversifikasi sumber pendanaan baru tetap disiapkan sebagai opsi alternatif yang disesuaikan dengan situasi pasar dan kebutuhan operasional.
MUF kini memfokuskan operasional pada peningkatan kualitas aset, penerapan manajemen risiko yang hati-hati, efisiensi kerja, serta optimalisasi sinergi pendanaan dalam jaringan grup perbankan guna menjaga efisiensi biaya.
"Dengan strategi tersebut, pertumbuhan bisnis diharapkan tetap sehat dan berkelanjutan," tutup Dapot Parasian S. Sinaga, Direktur Mandiri Utama Finance.