Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, dikabarkan harus melewati tindakan operasi kelima akibat gangguan kesehatan fistula perianal. Informasi mengenai kondisi kesehatan ini disampaikan langsung oleh sang istri, Franka Makarim.
Kabar tersebut dibagikan melalui sebuah unggahan di media sosial Instagram. Pengumuman ini memicu perhatian mengenai tingkat keparahan penyakit tersebut hingga memerlukan tindakan bedah berulang kali.
"Kemarin hari dimulai di pengadilan. Malam tadi, Nadiem masuk ke meja operasi untuk kelima kalinya. Di antara dua momen itu, kami hanya bisa berdoa," tulis Franka yang diunggah 14 Mei 2026 lalu.
Dilansir dari Medcom, gangguan medis bernama fistula perianal merupakan terbentuknya saluran kecil abnormal di area antara ujung usus besar dan kulit sekitar anus. Berdasarkan data dari National Health Service (NHS), kondisi ini memicu nyeri berkepanjangan dan umumnya sulit membaik tanpa adanya intervensi medis.
Penyakit ini kerap muncul dari infeksi pada area anus yang kemudian memicu penumpukan nanah atau abses di jaringan sekitarnya. Ketika abses tersebut pecah atau mengering, saluran kecil dapat tertinggal dan berkembang menjadi fistula.
Munculnya saluran abnormal pada area perianal ini dapat dipicu oleh beberapa faktor medis. Infeksi kelenjar anus yang terjadi secara berulang atau kronis menjadi salah satu pemicu utama.
Selain itu, penanganan abses perianal yang kurang tepat juga dapat memicu komplikasi ini. Faktor risiko lainnya meliputi penyakit Crohn yang merupakan radang usus kronis, dampak sekunder setelah operasi di area anus, hingga kondisi langka seperti tuberkulosis, divertikulitis, dan infeksi menular seksual.
Kemunculan indikasi klinis pada setiap orang dapat berbeda, bergantung pada lokasi serta tingkat keparahan infeksi. Mengutip informasi dari Halodoc, terdapat sejumlah gejala umum yang patut diwaspadai oleh masyarakat.
Gejala tersebut meliputi rasa nyeri konstan di sekitar anus yang memburuk saat duduk, batuk, atau buang air besar. Pembengkakan dan kulit kemerahan akibat inflamasi juga sering terlihat di area sekitar anus.
Pasien biasanya mengalami keluarnya darah atau nanah dari lubang kecil di dekat anus serta terbentuknya benjolan yang sakit. Iritasi kulit akibat cairan yang keluar, hingga gejala sistemik seperti demam, menggigil, dan kelelahan saat infeksi parah juga bisa terjadi.
Langkah Pencegahan Infeksi
Meski tidak seluruh kasus gangguan medis ini dapat dihindari, tindakan pencegahan tetap bisa difokuskan pada penanganan abses perianal secara cepat. Konsultasi medis segera sangat diperlukan jika muncul benjolan nyeri di area anus.
Menjaga kebersihan dan memastikan area perianal tetap kering menjadi langkah penting untuk menekan risiko infeksi. Selain itu, pola makan tinggi serat dan pemenuhan kebutuhan cairan tubuh sangat disarankan agar tinja tetap lunak guna menghindari konstipasi.
Masyarakat juga diimbau tidak mengejan secara berlebihan saat buang air besar demi menjaga tekanan di area anus tetap normal. Bagi penderita penyakit penyerta seperti radang usus kronis, pengelolaan penyakit secara efektif wajib dilakukan demi menekan risiko komplikasi.