PT Nindya Karya (Persero) melakukan percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di 20 lokasi seluruh Indonesia guna memperluas akses pendidikan berkualitas. Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Finance, progres keseluruhan proyek konstruksi tersebut saat ini telah mencapai angka 65 persen.
Langkah percepatan di lapangan ditempuh perusahaan melalui penambahan jumlah tenaga kerja di beberapa area serta penambahan rekanan baru demi kelancaran konstruksi. Nindya Karya juga mengoptimalkan distribusi material dengan mengalihkan jalur ke rute alternatif untuk mengatasi tantangan aksesibilitas di daerah terpencil.
Selain itu, sistem pengendalian proyek diintensifkan lewat penyusunan lini masa yang detail di setiap area kerja agar potensi kendala dapat diantisipasi. Proyek infrastruktur ini turut membawa dampak positif bagi perekonomian daerah melalui penyerapan sebanyak 16.134 tenaga kerja yang mayoritas merupakan masyarakat lokal.
Project Director PT Nindya Karya (Persero) Bayu Apriyadi menjelaskan bahwa keberhasilan program ini ditentukan oleh perencanaan, pengendalian, dan kolaborasi terintegrasi di seluruh lokasi. Manajemen menerapkan sistem pengendalian yang terstruktur untuk memastikan target rampung dengan tetap menjaga kualitas serta keselamatan kerja.
"Melalui sistem pengendalian proyek yang terstruktur dan kolaborasi yang kuat antar tim, kami optimis pembangunan Sekolah Rakyat dapat diselesaikan sesuai target dan tetap mengedepankan kualitas hasil pekerjaan dan aspek keselamatan kerja. Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek konstruksi, tetapi investasi jangka panjang untuk menciptakan pondasi kuat bagi generasi hebat Indonesia," ujar Bayu Apriyadi dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026).
Pihak BUMN ini meyakini bahwa ketersediaan infrastruktur pendidikan yang memadai menjadi pondasi utama dalam melahirkan generasi masa depan yang maju dan berdaya saing. Percepatan pembangunan ini ditargetkan mampu menghadirkan kesempatan belajar yang lebih baik bagi anak-anak di berbagai wilayah Indonesia.