PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 2,62 per saham dari tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta pada Selasa (26/5/2026).
Keputusan pembagian keuntungan ini menyasar para pemegang saham yang namanya sah tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perusahaan pada tanggal 10 Juni 2026 pukul 16.00 WIB, sebagaimana dilansir dari Investasi.
Sebelum keputusan ini diketuk, META telah mengucurkan dividen interim kepada pemilik saham pada 3 Desember 2025 lalu. Akumulasi total dividen yang diserahkan dari perolehan laba bersih mencapai Rp 5,25 per saham.
"Nilai total pembagian dividen sebesar Rp 45,3 miIiar," ujar Indah D. P. Pertiwi, Head of Corporate Communication & CSR dalam siaran pers, Selasa (26/5/2026).
Pihak manajemen mencatatkan laba bersih emiten berkode META ini menyentuh Rp 103,8 miliar untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Sebagian dana sisa laba kemudian dialokasikan menjadi cadangan wajib sesuai regulasi perundang-undangan.
"Sementara sebagian lainnya ditetapkan sebagai cadangan untuk mendukung kebutuhan pengembangan usaha, penguatan modal kerja, serta mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan di masa mendatang," ungkap Indah D. P. Pertiwi, Head of Corporate Communication & CSR.
Performa sepanjang tahun buku tersebut diklaim menjadi pijakan penting perusahaan untuk mengeksekusi rencana pertumbuhan dalam jangka panjang.
"Di tengah kondisi global dan dinamika bisnis saat ini, kami akan tetap fokus menjaga stabilitas keuangan, meningkatkan efisiensi operasional, serta menjaga kualitas layanan di setiap lini usaha agar tetap berjalan optimal," papar Indah D. P. Pertiwi, Head of Corporate Communication & CSR.
Catatan keuangan sebelumnya menunjukkan pendapatan tol konsolidasi dari PT Margautama Nusantara (MUN), anak usaha META, mencapai Rp 206,6 miliar pada kuartal I-2026. Angka pendapatan sektor jalan tol tersebut melonjak sekitar 7 persen secara tahunan (year-on-year).
Lonjakan performa finansial pada awal tahun ini didorong oleh adanya momentum libur panjang Idulfitri atau Lebaran yang berlangsung sepanjang kuartal pertama tahun 2026.