PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) membukukan nilai bisnis wealth management yang melampaui Rp 120 triliun hingga akhir 2025. Pencapaian ini diraih di Jakarta di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pengelolaan aset serta investasi yang terintegrasi.
Pertumbuhan bisnis pengelolaan kekayaan ini didorong oleh adopsi layanan digital oleh nasabah. Dilansir dari Keuangan, porsi transaksi wealth management melalui platform digital melonjak menjadi 44% pada 2025 dari posisi 30% di tahun sebelumnya.
Pertumbuhan signifikan juga terjadi pada transaksi obligasi lewat platform digital yang tumbuh 50% secara tahunan dengan volume melonjak 89% secara tahunan. Selain itu, frekuensi transaksi harian nasabah melalui kartu kredit, kartu debit, QRIS, hingga pembayaran tagihan mencatat compound annual growth rate (CAGR) sebesar 68% dalam lima tahun terakhir.
Direktur OCBC Johannes Husin menjelaskan bahwa bisnis wealth management perseroan periode 2022 hingga Desember 2025 mencatat CAGR sebesar 29%. Kenaikan ini dipicu oleh kebutuhan nasabah akan pengelolaan kekayaan komprehensif yang mudah diakses.
"Dengan skala yang semakin kuat, expertise yang semakin dalam, dan ekosistem yang semakin terintegrasi, kami ingin membantu lebih banyak individu, keluarga, dan pelaku usaha untuk mengelola, melindungi, dan mengembangkan wealth jangka panjang," ujar Johannes Husin, Direktur OCBC pada Rabu (20/5/2026).
Johannes Husin menambahkan bahwa kebutuhan transaksi harian, gaya hidup, hingga pengelolaan aset kini saling terhubung dalam satu ekosistem layanan finansial. Untuk memperluas jangkauan, perusahaan menyediakan tiga layanan utama yaitu NYALA bagi nasabah digital, OCBC Premier Banking untuk segmen menengah atas, dan OCBC Private Bank untuk segmen ultra-high-net-worth.
Ekosistem bisnis ini juga diperkuat lewat sinergi bersama PT OCBC Sekuritas Indonesia dan PT Great Eastern Life Indonesia demi menghadirkan solusi finansial yang menyeluruh.
"Wealth management bukan hanya tentang menyediakan produk investasi, tetapi bagaimana kami dapat berjalan berdampingan dengan nasabah," kata Johannes Husin, Direktur OCBC.
Berbekal pengalaman operasional lebih dari 85 tahun di Indonesia, pihak manajemen menyatakan optimisme untuk terus memperkuat layanan pengelolaan aset ini serta meningkatkan kontribusi bagi industri jasa keuangan nasional.