PT Bank OCBC NISP Tbk Bukukan Laba Bersih Rp 1,36 Triliun

PT Bank OCBC NISP Tbk Bukukan Laba Bersih Rp 1,36 Triliun

PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) membukukan laba bersih sebesar Rp 1,36 triliun pada kuartal I-2026 di tengah tantangan likuiditas industri perbankan nasional. Capaian positif tersebut tumbuh sebesar 5% secara tahunan (year on year/yoy) berkat topangan kenaikan pendapatan operasional yang mencapai 6% yoy.

Pertumbuhan performa ini berdampak langsung pada ekspansi neraca perusahaan keuangan tersebut. Berdasarkan data yang dilansir dari Keuangan, total aset maskapai perbankan ini melonjak 7% yoy hingga menyentuh angka Rp 312,9 triliun, sedangkan penyaluran kredit terealisasi sebesar Rp 171 triliun.

Manajemen perseroan menegaskan bahwa kualitas aset tetap berada dalam kondisi aman dan terkendali. Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross bertengger di angka 2,1%, sementara rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) berada pada level 25%.

Kinerja ini juga diikuti dengan penguatan pada sektor layanan digital perusahaan. Total nilai transaksi lewat e-channel tumbuh 15% yoy, dibarengi kenaikan pengguna aktif internet banking dan OCBC Mobile individu sebesar 8% yoy, serta peningkatan pengguna OCBC Business Mobile korporasi sebanyak 20% yoy.

Pihak manajemen menyatakan bahwa akselerasi bisnis yang berjalan sejauh ini telah selaras dengan target dan ekspektasi yang ditetapkan oleh para pemegang saham perusahaan.

"Hingga saat ini, kinerja OCBC tumbuh secara positif. Bank terus menjaga fundamental bisnis yang sehat melalui pengelolaan risiko yang prudent serta fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan," ujar Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC pada Selasa (19/5/2026).

Ketersediaan modal yang tebal menjadi fondasi krusial bagi korporasi untuk terus melancarkan ekspansi usaha secara agresif namun tetap aman pada periode-periode mendatang.

"Tingkat permodalan yang kuat memberikan ruang yang memadai untuk ekspansi bisnis ke depan," kata Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC.

Strategi penguatan fundamental tahun ini diarahkan pada pemantapan dana murah atau current account saving account (CASA) serta pengembangan lini bisnis wealth management sebagai pilar pertumbuhan baru.

"Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pengelolaan aset dan investasi, kami melihat permintaan layanan wealth management akan terus bertumbuh," ujar Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC.

Langkah memuluskan target tersebut diwujudkan lewat aksi korporasi strategis berupa akuisisi portofolio International Wealth and Premier Banking (IWPB) milik HSBC Indonesia demi memperkokoh dominasi pasar.

Di sisi lain, potensi perluasan bisnis perbankan asing di tanah air dinilai masih terbuka sangat lebar mengingat penguasaan pasar saat ini masih relatif minim.

"Bank melihat ruang untuk memperluas pangsa pasar secara bertahap dan berkelanjutan sesuai strategi bisnis dan prinsip kehati-hatian," kata Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC.

Artikel terkait

Rekomendasi