OMS Duga Kasus Hantavirus Kapal MV Hondius Berawal dari Luar Dek

OMS Duga Kasus Hantavirus Kapal MV Hondius Berawal dari Luar Dek

Organisasi Kesehatan Dunia (OMS) menginvestigasi dugaan penularan hantavirus antarmanusia di atas kapal pesiar MV Hondius yang saat ini tertahan di lepas pantai Tanjung Verde pada Selasa, 5 Mei 2026. Otoritas kesehatan memfokuskan upaya pada evakuasi medis bagi penumpang yang masih terinfeksi.

Direktur pencegahan dan kesiapsiagaan epidemi dan pandemi OMS, Maria Van Kerkhove, menyatakan bahwa prioritas organisasi saat ini adalah mengevakuasi dua orang sakit yang masih berada di kapal tersebut. Kapal mewah itu mengangkut total 147 orang, yang terdiri dari penumpang dan awak kapal.

"Asumimos que los primeros afectados por hantavirus se contagiaron fuera del barco" kata Maria Van Kerkhove, Direktur pencegahan dan kesiapsiagaan epidemi dan pandemi OMS.

Hingga saat ini, tercatat tiga orang meninggal dunia dan setidaknya empat orang lainnya menunjukkan gejala infeksi. Van Kerkhove mengakui bahwa meski virus ini biasanya sulit menular antarmanusia, pihaknya sedang bekerja dengan hipotesis adanya transmisi langsung dari orang ke orang.

"para que tengan la atención que necesitan" ujar Maria Van Kerkhove, Direktur pencegahan dan kesiapsiagaan epidemi dan pandemi OMS.

Dua pasien yang masih berada di kapal dilaporkan dalam kondisi stabil meskipun menunjukkan gejala ringan hingga akut. OMS berencana agar kapal melanjutkan perjalanannya menuju Kepulauan Kanari, Spanyol, segera setelah proses evakuasi medis tersebut selesai dilakukan.

"Una vez que las dos personas enfermas a bordo sean evacuadas por motivos médicos, el barco podrá partir" jelas Maria Van Kerkhove, Direktur pencegahan dan kesiapsiagaan epidemi dan pandemi OMS.

Pihak OMS juga telah meminta otoritas Spanyol untuk menerima kapal tersebut guna pemeriksaan lebih lanjut. Investigasi epidemiologi lengkap dan disinfeksi total kapal akan dilakukan setibanya di tujuan untuk mengevaluasi risiko bagi seluruh penumpang yang ada di dek.

"Llevarán a cabo una investigación exhaustiva, una investigación epidemiológica completa, una desinfección total del barco y, por supuesto, evaluarán el riesgo de los pasajeros que se encuentren a bordo" ucap Maria Van Kerkhove, Direktur pencegahan dan kesiapsiagaan epidemi dan pandemi OMS.

Menanggapi koordinasi tersebut, Kementerian Kesehatan Spanyol menegaskan tidak akan mengambil keputusan apa pun hingga data epidemiologi dari Tanjung Verde terkumpul sepenuhnya. Investigasi awal menunjukkan bahwa kasus pertama melibatkan seorang pria Belanda dan istrinya yang naik kapal dari Argentina.

"El caso inicial y su esposa [el ciudadano holandés y su esposa, que se encuentran entre los fallecidos] se subieron al barco en Argentina y, con el periodo de incubación del hantavirus, que puede ser entre una dan seis semanas, asumimos que se contagiaron fuera del barco, quizás durante alguna actividad allí. Así que asumimos que se contagiaron fuera del barco y luego se unieron a la crew" terang Maria Van Kerkhove, Direktur pencegahan dan kesiapsiagaan epidemi dan pandemi OMS.

Mengingat masa inkubasi hantavirus berkisar antara satu hingga enam minggu, OMS menduga pasangan tersebut terinfeksi saat melakukan aktivitas di darat sebelum keberangkatan. Transmisi antarmanusia diduga terjadi pada kontak terdekat, seperti pasangan yang berbagi kabin yang sama selama pelayaran berlangsung.

"Alguno de los otros casos sospechosos también se podría haber infectado en las islas [donde el crucero paraba]. Sin embargo, creemos que se puede haber producido un contagio persona a persona entre los contactos más cercanos, como el esposo y la esposa o personas que compartían camarote, etcétera…" tambah Maria Van Kerkhove, Direktur pencegahan dan kesiapsiagaan epidemi dan pandemi OMS.

Data medis menunjukkan korban pertama mulai bergejala pada 6 April dengan keluhan demam, sakit kepala, dan diare, sebelum meninggal lima hari kemudian akibat kesulitan pernapasan. Kasus ketiga dialami seorang pria yang dievakuasi ke Afrika Selatan pada akhir April dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di ICU.

Artikel terkait

Rekomendasi