Perusahaan asal Singapura, Pacific Universal Investments Pte. Ltd., resmi mengambil alih 51 persen kepemilikan saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) senilai Rp 11,81 triliun pada Senin (11/5/2026), seperti dilansir dari Stocksetup.
Investasi strategis ini dilakukan melalui pembelian 8.466.000.000 lembar saham dari PT Satya Gema Gemilang dengan harga transaksi Rp 1.395 per saham. Aksi korporasi tersebut memicu perubahan kendali pada emiten ritel tersebut.
Sekretaris Perusahaan MAPI, Eva Andrianie, mengonfirmasi selesainya proses pengalihan saham tersebut yang menandai masuknya pengendali baru dalam perseroan.
“Dengan selesainya transaksi tersebut, Pacific Universal resmi menjadi pengendali baru MAPI,” ujar Eva dalam keterbukaan informasi, Senin (11/5/2026).
Langkah penyerapan saham ini juga diikuti dengan rencana pelaksanaan Penawaran Tender Wajib atau Mandatory Tender Offer (MTO). Manajemen menetapkan harga pembelian saham publik sebesar Rp 1.550 per saham, yang mencerminkan premium sekitar 22 persen dari rata-rata harga tertinggi harian selama 90 hari terakhir.
Direktur Pacific Universal, Sean Gustav Standish Hughes, menjelaskan bahwa korporasi menunjuk Samudra (Investment) Pte. Ltd. (SIPL) dan Ocean Continuum Pte. Ltd. (OCPL) untuk mengeksekusi MTO sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan.
“Kami menyampaikan harga pelaksanaan MTO untuk pembelian saham publik ditetapkan sebesar Rp 1.550 per saham dengan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku,” ujar Sean.
SIPL dan OCPL sendiri tercatat dimiliki secara tidak langsung dengan porsi 51 persen oleh MAPI, sementara 49 persen sisanya dikuasai oleh dana yang dikelola atau mendapat nasihat dari CVC Capital Partners plc beserta afiliasinya.
Pengalihan kendali ini dinilai memberikan sentimen positif bagi pergerakan saham dan fundamental perseroan di lantai bursa. Analis melihat masuknya modal asing berpotensi memperkuat jaringan distribusi serta memperluas portofolio merek dalam jangka panjang.
Analis Riset Ekuitas Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, memaparkan bahwa kehadiran investor strategis baru dapat menyokong efisiensi operasional dan memperlebar akses pendanaan, meski daya beli masyarakat masih fluktuatif.
“Namun, tekanan daya beli dan persaingan industri ritel tetap menjadi faktor yang perlu dicermati,” ujar Azis kepada Kontan, Senin (11/5/2026).
Azis memberikan rekomendasi beli untuk saham MAPI dengan target harga Rp 1.900 per saham. Pada perdagangan Selasa (12/5) pagi pukul 09.20 WIB, saham MAPI bergerak menguat ke level Rp 1.515 per saham setelah ditutup pada posisi Rp 1.505 sehari sebelumnya.