Pakar IPB Sarankan Hewan Kurban Puasa Makan 12 Jam Sebelum Disembelih

Pakar IPB Sarankan Hewan Kurban Puasa Makan 12 Jam Sebelum Disembelih

Tata cara penanganan hewan kurban menjelang Idul Adha menjadi aspek krusial yang harus diperhatikan. Hal ini penting dilakukan demi menjaga kualitas daging sekaligus memastikan kesejahteraan hewan tetap terpenuhi.

Pola pemberian pakan sebelum proses penyembelihan menjadi salah satu poin yang mendapatkan perhatian khusus. Pengaturan konsumsi ini berdampak langsung pada kelancaran proses penyembelihan serta meminimalkan risiko kontaminasi.

Hewan kurban tidak dianjurkan mengonsumsi makanan dalam jumlah terlalu banyak sesaat sebelum disembelih. Seperti dilansir dari Cahaya, pakar penyembelihan halal dari IPB University, Dr. drh. Supratikno, menjelaskan bahwa lambung yang terlalu penuh bisa memicu hewan muntah ketika disembelih.

Muntahan tersebut dapat memberikan dampak buruk pada higienitas hasil sembelihan. Kondisi ini berpotensi mencemari luka penyembelihan dan area daging di sekitarnya, sehingga memicu perkembangan bakteri dan menurunkan kualitas daging akibat aroma yang tidak sedap.

"Muntahan itu efek buruknya banyak seperti mengenai luka, menyebabkan sakit, kena daging di sekitar sembelihan menyebabkan ada pencemaran, dari situ ada bakteri dan segala macam," ujar Dr. drh. Supratikno di Jakarta, Selasa (3/6/2025).

Oleh karena itu, hewan kurban sangat disarankan untuk dipuasakan makan selama 12 jam sebelum proses penyembelihan dilakukan. Langkah pembatasan pakan ini disampaikan dalam acara bertema "Berkurban Aman, Sehat, dan Menentramkan" yang diadakan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta.

Kendati pasokan makanan dibatasi, hewan kurban harus tetap diberikan akses terhadap air minum yang memadai hingga waktu penyembelihan tiba. Pemberian air dilakukan secara sukarela dengan menyediakan wadah minum, bukan dengan cara dipaksa atau digelonggong.

"Bukan dicekok, digelonggong air minum. Tetapi disediakan air minum sehingga pada saat dia ingin minum, dia akan minum," kata Dr. drh. Supratikno.

Asupan cairan yang cukup berfungsi menjaga darah hewan tetap encer. Kondisi tersebut membuat proses pengeluaran darah saat penyembelihan menjadi lebih cepat dan maksimal, sehingga hewan lebih cepat mati dan sisa darah di dalam daging menjadi minimal.

Dr. drh. Supratikno menambahkan, menjaga hewan agar tidak mengalami kelaparan dan kehausan yang ekstrem merupakan bagian dari penerapan kesejahteraan hewan. Puasa yang diterapkan di sini murni hanya membatasi makanan, tanpa mengurangi kebutuhan cairan tubuh hewan.

"Baiknya justru malah dipuasakan. Tetapi yang puasa itu makan saja. Lapar boleh, yang tidak boleh adalah kelaparan (karenanya hewan tetap diberi minum)," ucap Dr. drh. Supratikno.

Artikel terkait

Rekomendasi