Pakar Sarankan Ganti Spons Cuci Piring Seminggu Sekali demi Kesehatan

Pakar Sarankan Ganti Spons Cuci Piring Seminggu Sekali demi Kesehatan

Kebiasaan menunda pembuangan spons cuci piring hingga hancur atau berbau menyengat masih sering dilakukan banyak orang. Padahal, alat pembersih yang tampak masih layak pakai tersebut berpotensi menjadi tempat berkembang biak bakteri jika digunakan terlalu lama.

Kondisi spons yang setiap hari terpapar air, minyak, serta sisa makanan menciptakan lingkungan yang sangat lembap. Situasi ini membuat kuman dan mikroorganisme merugikan sangat menyukai permukaan maupun bagian dalam alat pembersih tersebut.

Dilansir dari Medcom melalui Better Homes and Gardens, seorang pakar kebersihan dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, Rhonda Wilson, memberikan rekomendasi mengenai durasi pemakaian. Waktu paling ideal untuk mengganti spons cuci piring sebenarnya adalah seminggu sekali.

Anjuran tersebut didasarkan pada keberadaan pori-pori kecil pada spons yang terus-menerus menyerap kelembapan dan sisa kotoran. Penumpukan kuman di dalam rongga akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya frekuensi dan durasi pemakaian alat tersebut.

Daya tahan alat pencuci ini memang bisa sedikit lebih lama dalam beberapa situasi tertentu. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh tingkat frekuensi pemakaian harian serta bagaimana cara pemilik rumah merawatnya setelah digunakan.

Kendati demikian, langkah paling aman untuk menjaga higienitas area memasak adalah dengan melakukan penggantian secara berkala.

“Jangan tunggu sampai spons kamu berbau busuk sebelum menggantinya,” kata Wilson.

Masyarakat tidak hanya perlu berpatokan pada jadwal mingguan, tetapi juga harus mencermati indikator kerusakan fisik. Ada beberapa petunjuk visual dan tekstur yang menandakan alat pencuci peralatan makan tersebut sudah tidak layak pakai.

1. Memiliki Aroma Apek

Munculnya aroma lembap atau apek yang menetap menjadi indikasi awal yang paling sering ditemui. Spons yang tetap mengeluarkan bau kurang sedap meski telah dibersihkan berulang kali menandakan bahwa kuman telah menumpuk di dalam pori-porinya.

2. Permukaan Terasa Licin dan Berlendir

Indikator kedua dapat dirasakan dari perubahan tekstur yang mulai berlendir, terasa licin saat dipegang, atau lapisan luarnya mulai mengelupas. Menggunakan spons dalam kondisi ini justru berisiko memindahkan kotoran dan mikroorganisme ke perabot dapur lainnya.

3. Kerusakan Bentuk Fisik

Kondisi fisik yang mulai kusut, hancur, menipis, atau kehilangan bentuk aslinya akan langsung menurunkan efektivitas pembersihan. Kerusakan ini juga membuat pengguna kesulitan menyisir bagian sudut atau sela-sela peralatan makan yang sempit.

Pemakaian spons yang melampaui batas waktu kelayakan secara tidak sadar dapat menyebarkan bakteri ke seluruh area memasak. Oleh karena itu, peremajaan spons secara berkala merupakan tindakan sederhana yang krusial untuk memastikan rumah tetap higienis.

Artikel terkait

Rekomendasi