PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) menyetujui pembagian dividen tunai senilai Rp41,6 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta pada Jumat (8/5/2026). Alokasi keuntungan ini setara dengan Rp30 per lembar saham yang diambil dari perolehan laba bersih tahun buku 2025.
Keputusan korporasi tersebut diambil setelah perseroan berhasil membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp89,33 miliar pada tahun 2025, seperti dilansir dari Stocksetup. Pendapatan emiten pariwisata ini juga melonjak 23,06 persen menjadi Rp3,8 triliun dari perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,09 triliun.
Persetujuan rasio pembayaran dividen tersebut disampaikan langsung oleh manajemen perseroan dalam rapat berkala pemegang saham. Rasio yang disepakati mencapai hampir separuh dari total keuntungan bersih yang diraih perusahaan sepanjang tahun lalu.
"Setiap lembar saham akan memperoleh dividen sebesar Rp 30 per saham," ujar Budi Tirtawisata, Presiden Direktur Panorama Sentrawisata, Jumat (8/5/2026).
Tren pertumbuhan ini berlanjut hingga awal tahun 2026 melalui catatan performa operasional yang tetap berada di zona positif. Pada kuartal I-2026, perseroan mengantongi pendapatan sebesar Rp1 triliun atau tumbuh 17,5 persen secara tahunan, di mana laba bersih naik 6,6 persen dan EBITDA meningkat 7 persen secara tahunan.
Manajemen menegaskan bahwa posisi strategis perusahaan tetap dioptimalkan demi merespons volatilitas kondisi ekonomi global saat ini. Langkah taktis diterapkan untuk memperkuat lini bisnis yang dinilai memiliki daya tahan tinggi.
"Tahun 2026 adalah tahun yang penuh tantangan, namun PANR tidak berada dalam posisi defensif. Kami mengambil langkah proaktif untuk mengakselerasi kinerja dengan fokus pada segmen yang lebih resilient dan bernilai tinggi," jelas Budi Tirtawisata, Presiden Direktur Panorama Sentrawisata.
Pilar bisnis Inbound menjadi penopang utama kinerja positif perseroan lewat kenaikan jumlah wisatawan sebesar 22,9 persen secara tahunan melalui program penerbangan carter ke Thailand untuk pasar Eropa serta ekspansi ke Vietnam dan Malaysia. Perseroan juga aktif dalam ajang B2B internasional seperti ITB Berlin dan ASEAN Tourism Forum untuk memperkuat proyeksi bisnis masa depan.
Kendati segmen korporasi melalui layanan pertemuan, insentif, dan perjalanan dinas menunjukkan ketahanan kuat pada kuartal I-2026, lini retail paket wisata menghadapi hambatan akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah sejak akhir Februari. Tekanan dialami paket wisata yang menggunakan maskapai penerbangan asal Timur Tengah, di samping adanya beban tambahan dari kenaikan biaya penyesuaian bahan bakar.
Manajemen menilai dampak eksternal tersebut bersifat temporer dan akan mereda seiring dengan stabilisasi harga energi serta kondisi global. Perseroan mempertahankan proyeksi pertumbuhan berkat stimulus berupa pembebasan PPN tiket pesawat domestik dan pelonggaran kebijakan visa ke Korea Selatan.