PT Paraga Arta Mida resmi memperkuat cengkeramannya sebagai pemegang saham pengendali PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) melalui pembelian 1,71 miliar lembar saham pada 28 April 2026. Aksi korporasi ini bertepatan dengan laporan pertumbuhan prapenjualan pengembang BSD City tersebut yang mencapai Rp2,54 triliun pada kuartal I 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 7 Mei 2026, Paraga Arta Mida mengeksekusi pembelian saham tersebut dengan harga pelaksanaan Rp880 per lembar. Transaksi ini meningkatkan porsi kepemilikan mereka dari sebelumnya 40,53 persen atau 8,58 miliar saham menjadi 48,62 persen yang setara dengan 10,29 miliar saham.
Laporan RTI menunjukkan harga saham BSDE pada sesi pertama perdagangan Kamis, 7 Mei 2026, sempat menyentuh level tertinggi Rp785 sebelum akhirnya ditutup stagnan di posisi Rp770 per saham. Sementara itu, pertumbuhan prapenjualan BSDE tercatat naik 5 persen secara tahunan, yang didominasi oleh segmen residensial sebesar Rp1,23 triliun atau 49 persen dari total capaian.
Direktur Bumi Serpong Damai, Hermawan Wijaya, memberikan penjelasan mengenai ketahanan permintaan properti pada awal tahun ini melalui siaran pers pada Senin, 4 Mei 2026.
"Kami melihat permintaan properti, khususnya di segmen residensial, masih cukup resilien. Hal ini didukung oleh kebutuhan hunian yang tetap kuat serta kepercayaan konsumen terhadap kawasan mandiri terintegrasi seperti BSD City," kata Hermawan Wijaya, Direktur BSDE.
Pimpinan perusahaan tersebut juga menekankan bahwa strategi peluncuran produk yang tepat menjadi kunci dalam menjaga tren positif penjualan perseroan.
"Serta didukung oleh program penjualan nasional kami 'Royal Key' yang relevan dengan kondisi pasar," imbuh Hermawan Wijaya, Direktur BSDE.
Selain BSD City yang menyumbang 71 persen prapenjualan, proyek lain di Grand Wisata Bekasi, Kota Wisata Cibubur, dan Grand City Balikpapan turut memberikan andil. Pada segmen komersial, ruko menyumbang Rp584,60 miliar, disusul kavling komersial Rp246,67 miliar, dan apartemen Rp112,87 miliar dari berbagai proyek di Jakarta dan Tangerang.
Manajemen BSDE menyatakan tetap optimistis untuk mengejar target prapenjualan tahunan sebesar Rp10 triliun pada akhir 2026. Fokus perusahaan akan tetap pada pengembangan produk hunian di kawasan mandiri serta optimalisasi jaringan pemasaran di tengah potensi stabilisasi suku bunga.