PT Patra Jasa mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 17 persen menjadi Rp 5,5 triliun sepanjang tahun 2025 yang dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Jakarta, Senin (4/5/2026). Capaian tersebut melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar 18 persen.
Kenaikan performa finansial ini didorong oleh kontribusi berbagai lini bisnis perusahaan, terutama dari sektor pengembangan properti. Dilansir dari Nasional, pertumbuhan signifikan terjadi seiring dengan tuntasnya pengerjaan sejumlah proyek strategis perusahaan sepanjang periode tersebut.
Penjabat (Pj) Vice President (VP) Corporate Secretary PT Patra Jasa Fadjar Djoko Santoso memberikan penjelasan mengenai konsistensi perusahaan dalam mengelola setiap penugasan secara maksimal untuk mencapai hasil yang solid.
“Pertumbuhan yang melampaui target ini menunjukkan bahwa setiap unit bisnis memiliki daya tahan dan kemampuan untuk terus berkembang di tengah dinamika industri. Kami juga tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan biaya agar sejalan dengan pertumbuhan pendapatan,” kata Fadjar Djoko Santoso, Pj VP Corporate Secretary PT Patra Jasa.
Fadjar menambahkan bahwa pemeliharaan kondisi keuangan yang sehat merupakan basis utama bagi perseroan dalam menjawab tantangan bisnis pada masa mendatang. Melalui RUPS tersebut, perusahaan juga memperkuat komitmen pada peningkatan nilai aset dan standar pelayanan.
Saat ini, entitas anak usaha Pertamina ini mengelola sembilan hotel di berbagai wilayah Indonesia serta gedung perkantoran seperti Grha Pertamina dan Patra Jasa Office Tower. Fokus operasional perusahaan terbagi dalam tiga pilar utama yaitu investasi dan pengembangan properti, hotel dan resor, serta jasa layanan.
Strategi penguatan bisnis juga mencakup optimalisasi aset melalui proyek-proyek baru seperti Bobocabin Patra Parapat dan pengembangan Villa Kayu Patra Anyer. Selain itu, terdapat pengembangan Sashta Lounge di Patra Semarang sebagai bagian dari penugasan strategis yang sedang berjalan.