Bisnis Angkutan Barang Komersial Pelni Melonjak 338 Persen

Bisnis Angkutan Barang Komersial Pelni Melonjak 338 Persen

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni mencatatkan kenaikan volume angkutan barang komersial sebesar 338 persen secara tahunan hingga April 2026. Perusahaan telah mendistribusikan total 218.918,964 metric ton (MT) muatan yang mayoritas berupa batu bara dan pupuk curah di berbagai wilayah Indonesia pada Selasa (12/5/2026).

Volume pengiriman tersebut terdiri atas komposisi muatan batu bara sebesar 95 persen dan pupuk curah sebanyak 5 persen, sebagaimana dilansir dari Ekonomi. Ekspansi bisnis ini diperkuat dengan keberhasilan perusahaan dalam mengeksekusi pengiriman perdana batu bara menggunakan armada berkapasitas besar.

Direktur Usaha Angkutan Barang & Tol Laut Pelni, Kokok Susanto menjelaskan bahwa pencapaian pada segmen komersial ini ditandai dengan pengoperasian kapal bulk carrier jenis Supramax untuk pertama kalinya. Langkah tersebut menjadi tonggak baru dalam kapabilitas logistik perusahaan pelat merah tersebut.

“[Shipment ini] menggunakan kapal bulk carrier jenis Supramax dengan muatan mencapai 55.000 MT,” katanya Kokok Susanto, Direktur Usaha Angkutan Barang & Tol Laut Pelni.

Pelaksanaan pengiriman perdana tersebut dilakukan melalui skema voyage charter dengan armada MV Majestic Laksono. Kapal tersebut berlayar dari Bontang menuju Surabaya pada April 2026 untuk mengangkut komoditas strategis dalam skala besar.

“Kami optimis pengembangan segmen angkutan barang komersial, khususnya komoditas curah seperti batu bara, akan memberikan kontribusi positif yang signifikan bagi kinerja perusahaan ke depan,” tambahnya Kokok Susanto, Direktur Usaha Angkutan Barang & Tol Laut Pelni.

Strategi penguatan kompetensi dilakukan melalui skema sharing capacity dengan pemilik kapal lain guna meningkatkan fleksibilitas operasional layanan. Selain bisnis komersial, Pelni tetap mengoperasikan 8 trayek tol laut dan satu trayek khusus kapal ternak untuk menjaga konektivitas logistik nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi