PELNI Kirim 55.000 Ton Batu Bara Pakai Kapal Supramax ke Surabaya

PELNI Kirim 55.000 Ton Batu Bara Pakai Kapal Supramax ke Surabaya

PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mencatatkan pengiriman perdana batu bara skala besar menggunakan kapal bulk carrier tipe Supramax berkapasitas 55.000 metric ton (MT) pada April 2026. Operasi melalui skema voyage charter ini menempuh rute pelayaran dari Bontang menuju Surabaya menggunakan armada MV Majestic Laksono.

Langkah ini diambil perusahaan untuk memenuhi tingginya permintaan pasar terhadap layanan logistik komoditas curah dalam volume besar. Pemanfaatan kapal charter berukuran Supramax tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan angkutan barang PELNI sebagaimana dilansir dari Money.

Direktur Usaha Angkutan Barang & Tol Laut PELNI Kokok Susanto menjelaskan bahwa pengangkutan ini merupakan manuver penting dalam mempercepat performa bisnis kargo perusahaan.

"Shipment perdana pengangkutan batubara dengan muatan 55.000 ton ini merupakan langkah strategis PELNI dalam mengakselerasi kinerja bisnis angkutan barang," ujar Kokok Susanto, Direktur Usaha Angkutan Barang & Tol Laut PELNI.

Pihak manajemen juga menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kapabilitas logistik demi menghadirkan solusi distribusi yang kompetitif di pasar maritim.

"Kami terus mengembangkan kemampuan logistik untuk memberikan solusi pengangkutan yang andal, efisien, dan berdaya saing tinggi," lanjut Kokok Susanto, Direktur Usaha Angkutan Barang & Tol Laut PELNI.

Pencapaian operasional kapal Supramax ini diklaim sebagai upaya penguatan kompetensi dalam sektor angkutan barang komersial. PELNI berambisi memperluas portofolio layanan logistik nasional, khususnya pada komoditas curah yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi.

"Kami optimis pengembangan segmen angkutan barang komersial, khususnya komoditas curah seperti batubara, akan memberikan kontribusi positif yang signifikan bagi kinerja perusahaan ke depan," ujar Kokok Susanto, Direktur Usaha Angkutan Barang & Tol Laut PELNI.

Strategi ekspansi ini juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menjamin stabilitas distribusi energi di tanah air.

"PELNI juga siap memperluas kerja sama dengan berbagai mitra strategis guna mendukung kebutuhan logistik nasional serta memperkuat ketahanan energi Indonesia," lanjut Kokok Susanto, Direktur Usaha Angkutan Barang & Tol Laut PELNI.

Dalam upaya meningkatkan fleksibilitas operasional, perusahaan mengadopsi skema sharing capacity dengan pemilik kapal lain. Optimalisasi ini diharapkan memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia jasa logistik yang mampu diandalkan oleh sektor industri strategis.

"Kami optimis dapat menjadi mitra logistik terpercaya bagi industri energi nasional sekaligus berkontribusi dalam mendukung rantai pasok komoditas strategis di Indonesia," tegas Kokok Susanto, Direktur Usaha Angkutan Barang & Tol Laut PELNI.

Berdasarkan data perusahaan hingga April 2026, total volume muatan barang komersial tercatat mencapai 218,9 juta MT. Angka tersebut menunjukkan lonjakan sebesar 338 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, dengan dominasi batu bara sebesar 95 persen dan pupuk curah 5 persen.

Diversifikasi usaha ini juga ditujukan untuk menyokong kebutuhan energi nasional, terutama pasokan bahan bakar bagi pembangkit listrik milik PLN. PELNI mengoperasikan kapal angkutan curah kering untuk mendistribusikan berbagai material mulai dari semen, produk baja, hingga copperslag melalui skema Voyage Charter, Time Charter, dan Contract of Affreightment.

Artikel terkait

Rekomendasi