PT Bank BCA Syariah mencatatkan pertumbuhan pembiayaan murabahah emas sebesar 152,8 persen secara tahunan menjadi Rp 748 miliar hingga April 2026. Capaian impresif pada awal tahun ini dipicu oleh tingginya minat masyarakat terhadap instrumen investasi aman.
Lonjakan realisasi tersebut merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam memperkuat sektor bisnis pembiayaan logam mulia. Data pertumbuhan yang signifikan ini sebagaimana dilansir dari Keuangan pada Rabu (13/5/2026).
Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum menjelaskan bahwa hasil positif ini selaras dengan langkah strategis perseroan. Pihaknya berupaya menjaga kualitas produk melalui kemitraan dengan penyedia emas yang memiliki reputasi terjamin.
"Alhamdulillah, tren pembiayaan emas BCA Syariah terus meningkat dengan hasil yang menggembirakan," ujar Yuli Melati Suryaningrum, Presiden Direktur BCA Syariah.
Ekspansi pasar juga diperkuat melalui sinergi bersama PT Bank Central Asia Tbk selaku induk usaha. Selain itu, partisipasi aktif dalam berbagai pameran dilakukan untuk meningkatkan pemahaman publik mengenai produk Emas iB serta penyediaan berbagai program promosi menarik.
Yuli memproyeksikan bahwa prospek bisnis ini akan tetap cerah sepanjang tahun karena karakteristik emas sebagai aset lindung nilai di tengah situasi ekonomi global yang dinamis.
"Kami melihat pembiayaan emas masih memiliki peluang yang baik di tahun 2026," kata Yuli Melati Suryaningrum, Presiden Direktur BCA Syariah.
Manajemen menargetkan lini pembiayaan emas mampu menyumbang kontribusi dua digit terhadap total portofolio pembiayaan konsumer perusahaan hingga akhir tahun 2026.