Kemacetan parah melanda Jalan Metro Tanjung Bunga akibat maraknya parkir liar di sekitar Trans Studio Makassar (TSM) pada Kamis (14/5/2026). Kondisi ini dipicu oleh kegagalan aparat dan Dinas Perhubungan Makassar dalam mengantisipasi lonjakan kendaraan saat festival musik berlangsung.
Seperti dikutip dari Kompas, pusat perbelanjaan dan taman hiburan ini menjadi lokasi penyelenggaraan Sulawesi Youth Festival (SYF). Acara musik tersebut mendatangkan berbagai musisi papan atas nasional yang menarik antusiasme besar masyarakat.
Trans Studio Makassar sendiri merupakan salah satu taman hiburan indoor terbesar di wilayah Indonesia bagian timur. Tempat ini telah lama dikenal sebagai destinasi rekreasi keluarga di Kota Makassar yang menawarkan hiburan modern serta berbagai wahana permainan.
Kepemilikan Trans Studio Makassar berada di bawah kendali konglomerat ternama, Chairul Tanjung. Fasilitas hiburan ini merupakan bagian strategis dari jaringan ritel Trans Studio yang dikelola oleh CT Corp.
Berdasarkan data dari laman resmi CT Corp, Chairul Tanjung tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Ia membangun imperium bisnis yang mencakup sektor keuangan, media, ritel, hingga industri pariwisata dan hiburan.
Lini bisnis hiburan tersebut bernaung di bawah bendera Trans Entertainment and Property. Melalui unit usaha ini, proyek taman hiburan Trans Studio sukses dikembangkan di berbagai kota besar seperti Bandung, Bali, dan Cibubur.
Trans Studio Makassar mulai beroperasi sejak tahun 2009 dan sempat menyandang predikat sebagai taman hiburan dalam ruangan terbesar di tanah air. Lokasinya menyatu dalam kawasan terpadu yang menggabungkan hotel, pusat perbelanjaan, dan properti komersial.
Rekam Jejak Bisnis Chairul Tanjung
Chairul Tanjung lahir di Jakarta pada 16 Juni 1962 dan memiliki latar belakang pendidikan dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Ketertarikannya pada dunia usaha sudah terlihat sejak masa kuliah melalui berbagai bisnis kecil.
Saat masih berstatus mahasiswa, ia sempat berjualan buku hingga menyediakan perlengkapan kedokteran untuk mencukupi kebutuhan. Usahanya terus berkembang hingga ia mendirikan Para Group yang kemudian bertransformasi menjadi CT Corp.
Saat ini, grup usahanya membawahi entitas besar seperti Bank Mega di sektor perbankan dan Transmart di sektor ritel. Di bidang media, CT Corp mengelola stasiun televisi nasional yaitu Trans TV dan Trans7.
Selain aktif sebagai pengusaha, Chairul Tanjung juga memiliki rekam jejak di pemerintahan. Ia tercatat pernah mengemban amanah sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada tahun 2014 di masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.