Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, menekankan bahwa pengendalian hama tikus di lingkungan tempat tinggal menjadi strategi utama untuk mencegah kontaminasi virus hanta ke manusia. Langkah pencegahan ini krusial dilakukan terutama saat memasuki musim hujan dan kondisi banjir pada Rabu (6/5/2026).
Risiko penularan penyakit melalui kotoran dan urine tikus mengalami peningkatan signifikan ketika curah hujan tinggi. Dicky Budiman menyarankan masyarakat untuk menutup akses masuknya tikus ke dalam rumah atau gudang serta memastikan penyimpanan bahan pangan berada dalam wadah yang tertutup rapat.
“Jadi pengendalian tikus itu menjadi core strategi ya, tutup akses tikus ke rumah atau gudang, simpan makanan dalam wadah tertutup, dan juga bersihkan lingkungan yang lembab,” kata Dicky Budiman dalam percakapan daring dengan ANTARA.
Dicky Budiman menjelaskan terdapat perbedaan mendasar antara virus hanta dan leptospirosis meskipun keduanya bersumber dari tikus. Virus hanta memiliki karakteristik menyerang organ paru-paru dengan risiko kematian yang cepat, sedangkan leptospirosis yang menular melalui urine tikus cenderung menyerang fungsi ginjal dan hati.
“Jadi gunakan sepatu bot misalnya kalau banjir, juga hindari kontak dengan air kotor apalagi kalau ada luka. Yang juga perlu diperhatikan kalau ada orang yang bertugas atau melakukan bersih-bersih gudang atau ruang tertutup ini harus pakai masker dan cuci tangan rutin,” kata Dicky Budiman.
Kewaspadaan ekstra diperlukan saat membersihkan area yang kering dan berdebu karena aerosol dari kotoran tikus dapat terhirup oleh manusia. Penggunaan disinfektan sebelum proses pembersihan sangat disarankan untuk meminimalkan risiko tersebut.
“Ia mengatakan saat menyapu area yang kering dan kotor juga perlu jadi perhatian karena debu atau aerosol bisa terhirup manusia,” ujar Dicky Budiman seperti dilansir dari ANTARA.
Meskipun tingkat penularan virus hanta tergolong jarang, Dicky Budiman menegaskan bahwa potensi infeksi tetap ada selama musim penghujan. Kebersihan diri dan lingkungan serta deteksi dini menjadi faktor kunci dalam memitigasi penyebaran virus mematikan ini.