Pendapatan Alam Sutera Naik Menjadi Rp650,9 Miliar Kuartal I/2026

Pendapatan Alam Sutera Naik Menjadi Rp650,9 Miliar Kuartal I/2026

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) membukukan pendapatan sebesar Rp650,9 miliar pada kuartal I/2026, mencatatkan pertumbuhan sebesar 14,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp567,3 miliar, sebagaimana dilaporkan oleh Market pada Selasa (5/5/2026).

Meskipun terjadi penguatan pada sisi pendapatan, perseroan justru mencatatkan penurunan laba bersih menjadi Rp18,8 miliar dari sebelumnya Rp32,3 miliar. Kondisi ini dipicu oleh penyusutan margin keuntungan akibat pergeseran kontribusi segmen penjualan.

Direktur Corporate Finance ASRI Edward Tanuwijaya menjelaskan bahwa sektor real estate menjadi motor utama pertumbuhan dengan kenaikan 20,7 persen secara tahunan. Nilai penjualan pada segmen ini menyentuh angka Rp426,7 miliar.

“Lonjakan signifikan terjadi pada penjualan rumah tapak dan ruko yang meningkat tajam dari Rp72,4 miliar menjadi Rp262,2 miliar,” terang Edward Tanuwijaya, Direktur Corporate Finance ASRI.

Peningkatan juga terlihat pada kategori apartemen yang naik dari Rp3,8 miliar ke Rp35,8 miliar. Selain itu, lini perkantoran memberikan kontribusi sebesar Rp48,7 miliar, melonjak drastis dari capaian tahun lalu yang hanya Rp4,7 miliar.

Namun, Edward menyoroti adanya penurunan tajam pada sektor penjualan lahan yang biasanya menyumbang margin tinggi. Penjualan lahan merosot dari Rp272,5 miliar pada kuartal I/2025 menjadi Rp80 miliar pada awal tahun ini.

“Dampaknya, ASRI membukukan laba bersih Rp18,8 miliar pada kuartal I/2026, turun dibanding Rp32,3 miliar pada kuartal I/2025,” lanjut Edward Tanuwijaya, Direktur Corporate Finance ASRI.

Data pemasaran atau marketing sales hingga akhir Maret 2026 mencapai Rp341,2 miliar, tumbuh tipis 1,2 persen secara kuartalan. Produk residensial masih mendominasi dengan porsi 80 persen, sementara segmen komersial menyumbang sisanya sebesar Rp68,1 miliar.

Proyek Alam Sutera Township menjadi penyumbang terbesar marketing sales dengan nilai Rp217,7 miliar atau 64 persen dari total penjualan. Suvarna Sutera Township mengikuti di posisi kedua dengan raihan Rp55,4 miliar atau sekitar 16 persen.

Sementara itu, pendapatan berulang perusahaan tercatat positif dengan kenaikan menjadi Rp177,7 miliar. Segmen pariwisata tetap stabil dengan perolehan Rp46,5 miliar, sedikit di atas capaian tahun lalu sebesar Rp46,3 miliar.

Artikel terkait

Rekomendasi