Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta memperketat prosedur pengawasan terhadap pelaku perjalanan internasional dari empat negara guna mengantisipasi penyebaran Hantavirus pada Senin (11/5/2026). Langkah preventif ini menyasar penumpang asal Amerika Serikat, Argentina, Uruguay, dan Panama.
Dilansir dari Megapolitan, kebijakan pengetatan ini diambil menyusul adanya laporan temuan kasus Hantavirus di negara-negara tersebut. Otoritas kesehatan bandara kini mewajibkan serangkaian prosedur mulai dari pemantauan digital hingga pemeriksaan fisik di terminal kedatangan.
Kepala BBKK Bandara Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini, menjelaskan bahwa perhatian khusus diberikan kepada penerbangan langsung yang menuju Tangerang tersebut.
"Jadi itu ada empat negara yang kami melakukan pengetatan ekstra kalau ada flight yang direct ke Soekarno-Hatta," ujar Naning Nugrahini, Kepala BBKK Bandara Soekarno-Hatta.
Skema pengawasan dilakukan melalui aplikasi Satu Sehat sebagai deteksi awal risiko kesehatan setiap penumpang. Petugas kemudian melanjutkan proses dengan pemindaian suhu tubuh menggunakan perangkat pemantau panas di pintu kedatangan.
“Pertama melalui pengisian aplikasi Satu Sehat. Dari situ kita nanti akan tahu risiko daripada pesawat itu, ada orang berisiko atau tidak,” kata Naning.
Selain sistem digital, petugas di lapangan juga melakukan pengamatan secara visual untuk melihat adanya gejala fisik yang mencurigakan pada penumpang. Jika terdeteksi adanya indikasi infeksi, penanganan medis akan segera ditingkatkan oleh tim dokter bandara.
“Kalau dari pemeriksaan memang yang bersangkutan itu probable, maka kami rujuk ke rumah sakit pusat infeksi untuk melakukan penanganan lebih lanjut,” ucap Naning.
Guna mendukung proses pemindahan pasien terduga, pihak bandara telah menyiagakan armada khusus. Fasilitas ini dirancang untuk mencegah terjadinya paparan mikroba selama perjalanan menuju fasilitas kesehatan rujukan.
"Karena orang yang kita bawa ini, yang mau kita rujuk ini adalah orang dengan penyakit menular," jelas Naning.
Hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan melalui sisa kotoran hewan pengerat dan belum ditemukan bukti penularan antarmanusia. Namun, BBKK tetap menerapkan sistem pembersihan khusus pada fasilitas medis yang digunakan.
"Di ambulans penyakit menular ada sistem dekontaminasi sehingga virus, bakteri, atau kuman yang berasal dari orang yang masuk di dalam ambulans yang kita curigai tadi, itu nanti bisa didekontaminasi sehingga tidak terjadi penularan dari orang ke orang lain," ucap Naning.