Penerapan sistem Nutri Level pada berbagai gerai minuman kekinian mengungkap fakta bahwa label 'no sugar' atau 'less sugar' tidak menjamin sebuah produk masuk kategori sehat. Dilansir dari Detik Health, sejumlah menu populer justru menempati level C dan D yang merupakan kategori terbawah dalam peringkat nutrisi.
Beberapa contoh nyata terlihat pada menu Grape with Green Tea di Xing Fu Tang yang masuk kategori C meski tanpa tambahan gula. Hal serupa terjadi pada menu Ovaltine Milk yang mendapat peringkat D, serta varian Americano di Fore Coffee seperti Triple Peach dan Berry Manuka yang berada di kategori C dan D.
Penilaian dalam sistem Nutri Level tidak hanya bertumpu pada keberadaan gula tambahan. Parameter kesehatan ini juga mempertimbangkan total kandungan gula, lemak jenuh, serta kadar natrium yang terkandung dalam setiap 100 ml produk minuman.
Minuman yang diklaim rendah gula tetap bisa mendapatkan nilai buruk apabila komponen lainnya masih tergolong tinggi. Hal ini sering memicu salah kaprah di masyarakat yang menganggap label bebas gula otomatis menjadikan minuman tersebut jauh lebih sehat untuk dikonsumsi.
Dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, M.Gizi, SpGK, Subsp.KM, menjelaskan bahwa minuman tanpa tambahan gula tetap bisa mengandung gula alami dari buah atau sirup perasa. Menurutnya, buah yang diolah menjadi sirup seperti anggur pasti menyumbang kadar gula tertentu.
"Walaupun dia no sugar tapi tetap ada gula. Di buah itu ada namanya gula buah," jelasnya saat dihubungi detikcom, Kamis (14/5/2026).
Ia menambahkan bahwa sirup perasa buah tetap menjadi sumber gula yang signifikan bagi tubuh.
"Apalagi grape sirup, itu kan pasti mengandung gula," lanjutnya.
Faktor Tambahan yang Mempengaruhi Kalori
Proses pengolahan buah menjadi jus membuat penyerapan gula oleh tubuh berlangsung lebih cepat dibandingkan mengonsumsi buah utuh. Selain itu, penggunaan bahan tambahan seperti krimer, mousse, atau cream menjadi faktor penentu meningkatnya kadar lemak jenuh dan total kalori.
Bahan-bahan pelengkap seperti topping boba, jelly, whipped cream, hingga saus cokelat dan karamel turut menyumbang energi yang tinggi. Ukuran gelas yang besar juga membuat total asupan gula serta lemak yang masuk ke dalam tubuh semakin berlipat ganda.
Masyarakat diingatkan bahwa Nutri Level berfungsi sebagai panduan awal dan bukan patokan mutlak kesehatan. Pemilihan minuman tetap harus mempertimbangkan komposisi bahan secara menyeluruh, porsi konsumsi, serta disesuaikan dengan aktivitas fisik dan pola makan harian masing-masing individu.