WHO Selidiki Penularan Antarmanusia Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius

WHO Selidiki Penularan Antarmanusia Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menginvestigasi kemungkinan terjadinya penularan hantavirus antarmanusia di atas kapal pesiar MV Hondius pada Selasa (5/5/2026). Langkah ini diambil setelah tiga orang tewas dan beberapa penumpang lainnya jatuh sakit saat kapal berada di perairan Cape Verde.

Direktur Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO, Dr. Maria Van Kerkhove, memberikan penjelasan mengenai situasi terkini kepada para jurnalis.

"We do know that some of the cases had very close contact with each other and certainly human-to-human transmission can’t be ruled out so as a precaution this is what we are assuming" kata Maria Van Kerkhove.

Meski demikian, otoritas kesehatan menyatakan bahwa risiko terhadap masyarakat umum tetap berada pada tingkat yang rendah. Van Kerkhove menekankan perbedaan karakteristik penyebaran virus ini dengan penyakit pernapasan umum lainnya.

"The risk to the general public is low" ujar Maria Van Kerkhove.

Ia menambahkan bahwa penularan antarmanusia, jika benar terjadi, biasanya terbatas pada kontak yang sangat dekat.

"This is not a virus that spreads like flu or like COVID. It’s quite different" jelas Maria Van Kerkhove.

Hingga saat ini, tercatat dua kasus terkonfirmasi dan lima kasus suspek hantavirus dari total 149 penumpang yang tertahan di Praia. Seorang warga Inggris yang dievakuasi ke Johannesburg, Afrika Selatan, kini berada dalam kondisi stabil di ruang perawatan intensif.

Menteri Kesehatan Afrika Selatan, Dr. Aaron Motsoaledi, memberikan keterangan mengenai perawatan pasien tersebut.

"He's being taken care of. As you know, hantavirus, like all viruses, don't have any specific treatment, so they are giving symptomatic treatment and support as much as they could" tutur Aaron Motsoaledi.

Prioritas utama saat ini adalah mengevakuasi dua awak kapal yang mengalami gejala pernapasan akut menggunakan pesawat medis khusus menuju Belanda.

Pihak operator Oceanwide Expeditions mengonfirmasi bahwa kapal akan melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Canary untuk proses disinfeksi dan investigasi epidemiologi penuh. Delegasi Pemerintah di Kepulauan Canary, Anselmo Pestana, meminta publik untuk tetap tenang menghadapi situasi darurat ini.

"Tengamos tranquilidad y confianza en nuestro sistema sanitario. Todo se hará bajo la guía de la Organización Mundial de la Salud" kata Anselmo Pestana.

Seorang penumpang dan vlogger perjalanan, Jake Rosmarin, mengungkapkan suasana ketidakpastian yang dirasakan oleh orang-orang di atas kapal melalui media sosial.

"What’s happening right now is very real for all of us here. We’re not just a story. We’re not just headlines" ucap Jake Rosmarin.

Dia berharap ada kejelasan lebih lanjut bagi para penumpang yang masih terjebak dalam isolasi ketat.

"What's happening right now is very real for all of us here" kata Jake Rosmarin.

Rosmarin menegaskan bahwa para penumpang adalah manusia dengan keluarga yang sedang menunggu kepulangan mereka.

"There's a lot of uncertainty, and that's the hardest part" tambah Jake Rosmarin.

Kekhawatiran utama para penumpang saat ini adalah mendapatkan rasa aman dan kepastian untuk bisa segera pulang ke rumah.

"All we want right now is to feel safe, to have clarity and to get home" ujar Jake Rosmarin.

Para ahli kesehatan seperti Steven Bradfute dari Universitas New Mexico menjelaskan bahwa varian tertentu dari hantavirus di Amerika Selatan memang memiliki kemampuan menular antarmanusia melalui kontak sangat dekat.

"We haven’t had huge person-to-person spreads of hantavirus infection ever before and there’s no reason to suspect a huge outbreak from this case at this point" pungkas Steven Bradfute.

Artikel terkait

Rekomendasi