Tiga Penumpang Kapal Pesiar Meninggal Akibat Hantavirus

Tiga Penumpang Kapal Pesiar Meninggal Akibat Hantavirus

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi temuan sekelompok kasus hantavirus pada penumpang kapal pesiar berbendera Belanda yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia hingga 4 Mei 2026. Kapal yang membawa 147 orang tersebut terdeteksi mengalami wabah penyakit pernapasan akut saat melintasi wilayah Atlantik Selatan.

Sebanyak tujuh kasus dilaporkan telah muncul sejak akhir April 2026, dengan rincian dua kasus terkonfirmasi hantavirus dan lima lainnya masih dalam proses identifikasi. Selain tiga korban jiwa, terdapat satu pasien dalam kondisi kritis serta tiga orang lainnya mengalami gejala ringan, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

Gejala klinis yang ditemukan pada para pasien meliputi demam, gangguan gastrointestinal, pneumonia, hingga sindrom gangguan pernapasan akut. Pihak WHO menyatakan bahwa saat ini investigasi mendalam dan koordinasi internasional sedang dilakukan untuk mengelola respons kesehatan di atas kapal tersebut.

Hantavirus umumnya ditularkan melalui hewan pengerat, namun otoritas kesehatan mencatat adanya potensi penyebaran yang berbeda dalam insiden ini. Penularan diduga dapat terjadi melalui kontak sangat dekat antarmanusia di lingkungan terbatas kapal pesiar.

"Biasanya hantavirus menyebar dari hewan pengerat, namun WHO mengatakan dalam kasus ini virus bisa menyebar melalui kontak yang sangat dekat di atas kapal," kata WHO, Organisasi Kesehatan Dunia.

Lembaga kesehatan internasional tersebut menjelaskan bahwa infeksi pada manusia biasanya terjadi akibat kontak dengan kotoran atau air liur hewan pengerat. Meski demikian, potensi penularan antarmanusia tetap menjadi perhatian serius dalam manajemen wabah kali ini.

"Meskipun jarang terjadi, penularan dari manusia ke manusia yang terbatas telah dilaporkan dalam wabah virus Andes sebelumnya (spesies hantavirus tertentu)," kata WHO, Organisasi Kesehatan Dunia.

Risiko terhadap populasi global saat ini dinilai masih berada pada tingkat rendah. WHO menegaskan bahwa penyakit ini termasuk kategori langka namun memiliki tingkat keparahan yang tinggi bagi penderitanya.

"Kata WHO, ini adalah penyakit langka sekaligus parah yang dapat mematikan," kata WHO, Organisasi Kesehatan Dunia.

Kapal pesiar tersebut diketahui bertolak dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026 dengan rute mencakup Antartika dan beberapa pulau terpencil. Hingga awal Mei, kapal telah berlabuh di lepas pantai Cabo Verde untuk menjalani prosedur penanganan medis dan sanitasi ketat.

Upaya pencegahan kini difokuskan pada pemantauan gejala aktif terhadap seluruh awak dan penumpang selama 45 hari ke depan. WHO menginstruksikan penguatan protokol kebersihan tangan, ventilasi ruangan, serta kewajiban isolasi mandiri bagi siapa pun yang menunjukkan indikasi gangguan pernapasan.

Artikel terkait

Rekomendasi