Dokter Ungkap Perbandingan Efektivitas Kolagen Minum dan Skincare untuk Kulit

Dokter Ungkap Perbandingan Efektivitas Kolagen Minum dan Skincare untuk Kulit

Banyak masyarakat mulai menjadikan kolagen sebagai bagian dari rutinitas perawatan kulit harian untuk menjaga elastisitas. Produk kolagen kini populer dalam berbagai bentuk, mulai dari minuman hingga produk perawatan kulit atau skincare.

Kolagen sendiri merupakan protein alami yang membentuk sekitar 70 persen struktur kulit manusia. Protein ini berada di lapisan dermis dan berfungsi menjaga kulit agar tetap kenyal, lembap, serta elastis.

Namun, produksi kolagen akan berkurang secara alami seiring bertambahnya usia. Hal ini memicu tanda penuaan seperti garis halus dan keriput, yang diperparah oleh paparan sinar UV, merokok, serta pola makan tinggi gula.

Dilansir dari Detik Health, dr Silvia Kartika, seorang dokter yang menekuni estetika dari Seraphim Medical Center, menjelaskan bahwa kolagen minum dan skincare memiliki rute pemberian yang berbeda.

"Sebenarnya dua-duanya sama bagusnya. Perbedaannya ada pada rute pemberiannya. Kalau yang dioles ibaratnya langsung ke wajah atau langsung ke target kulitnya. Sedangkan kalau yang diminum, otomatis perlu melewati proses pencernaan dan targetnya bukan cuma wajah, tapi seluruh tubuh," jelas dr Silvia.

Kolagen dalam skincare atau tipe topikal bekerja dengan cara dioleskan langsung ke permukaan kulit. Produk ini bermanfaat untuk menghidrasi dan memperbaiki pertahanan kulit atau skin barrier agar terasa lebih halus.

Meskipun demikian, ukuran molekul kolagen yang besar cenderung sulit menembus hingga ke lapisan kulit terdalam. Hal ini membuat efek penggunaan kolagen topikal lebih bersifat memberikan kelembapan sementara.

Di sisi lain, kolagen yang dikonsumsi melalui minuman akan bekerja dari dalam tubuh. Sistem pencernaan akan memecah protein tersebut menjadi peptida dan asam amino untuk membentuk kolagen baru di seluruh tubuh.

Berdasarkan data penelitian dalam International Journal of Dermatology, konsumsi kolagen hidrolisat secara rutin selama 8 hingga 12 minggu terbukti meningkatkan hidrasi kulit. Hasil ini terutama terlihat signifikan pada kelompok orang dewasa.

Menurut dr Silvia, tidak ada satu jenis produk yang dianggap paling unggul bagi semua orang. Penggunaan kolagen bukan merupakan solusi instan untuk mendapatkan wajah awet muda secara mendadak.

Efektivitas kolagen sangat dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, termasuk kualitas tidur dan asupan nutrisi. Memahami fungsi masing-masing produk menjadi kunci agar perawatan sesuai dengan kebutuhan kulit individu.

Artikel terkait

Rekomendasi