Gejala Buang Air Besar (BAB) berdarah tidak selalu menjadi tanda penyakit hemoroid atau ambeien. Kondisi tersebut bisa saja menjadi indikasi adanya radang usus kronis atau Inflammatory Bowel Disease (IBD).
Dilansir dari Medcom, IBD merupakan gangguan medis jangka panjang yang ditandai oleh peradangan progresif pada dinding saluran pencernaan. Penyakit ini dapat dipicu oleh faktor genetik maupun eksternal.
Konsultan Gastroenterologi Hepatologi Eka Hospital MT Haryono, Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD-KGEH, FINASIM, FASGE menerangkan, faktor genetik dan gaya hidup berkontribusi pada kemunculan penyakit.
"Semua penyakit pada dasarnya ada yang memang disebabkan faktor genetik, maupun didukung gaya hidup," kata Prof. Murdani dalam temu media bersama Eka Hospital di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
Penyebab utama IBD belum diketahui secara pasti oleh para ahli. Namun, kondisi medis ini dipastikan melibatkan gangguan sistem kekebalan tubuh atau autoimun.
Beberapa faktor risiko yang memicu IBD meliputi unsur genetik, usia, pola hidup buruk, serta intensitas penggunaan obat pereda nyeri yang tidak terkontrol.
"Tidak semua orang aware dengan IBD ini. Jangkan populasi umum, para dokter pun barangkali tisak begitu ngeh (paham) kalau ini IBD," jelasnya.
Masyarakat dapat mengenali perbedaan antara penyakit IBD dan ambeien melalui beberapa karakteristik gejala klinis berikut ini.
1. Kondisi Darah
Pendarahan pada pasien ambeien umumnya berupa darah berwarna merah segar yang menetes. Sementara itu, darah pada penderita IBD biasanya keluar dalam kondisi bercampur dengan lendir atau feses.
2. Lokasi Rasa Nyeri
Rasa nyeri dirasakan pada kedua penyakit ini, namun lokasi titik sakitnya berbeda. Pasien ambeien merasakan nyeri di area dubur, sedangkan penderita IBD merasakan sakit di bagian perut.
3. Gejala Klinis Lainnya
Ambeien ditandai dengan keluarnya darah ketika pasien mengejan. Pada kasus IBD, darah muncul secara berulang dalam jangka waktu minimal 2 hingga 4 minggu serta disertai penurunan berat badan secara drastis.
Risiko Komplikasi Akibat IBD
Kelalaian dalam menangani IBD dapat memicu sejumlah komplikasi medis yang serius pada tubuh pasien.
Komplikasi tersebut meliputi penyumbatan usus yang menghalangi jalur makanan, serta fistula atau saluran abnormal yang menghubungkan antarorgan menembus dinding usus.
Dampak berbahaya lainnya adalah perforasi usus berupa pengikisan dinding usus akibat luka yang memicu infeksi berat, hingga risiko kanker usus besar dalam jangka panjang.
Prof. Murdani mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri dan tidak mengabaikan gejala diare berdarah atau kram perut yang terjadi berulang.