Pemilihan produk perawatan wajah tidak boleh dilakukan sembarangan. Konsumen disarankan untuk lebih teliti memeriksa label kandungan pada kemasan produk sebelum membelinya, seperti dilansir dari Wolipop.
Dua istilah yang kerap kali membingungkan masyarakat di dunia kecantikan adalah comedogenic dan non-comedogenic. Kedua istilah ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kondisi kesehatan kulit wajah.
Label comedogenic pada sebuah produk perawatan mengindikasikan bahwa kosmetik tersebut berpotensi memicu timbulnya komedo.
"Komedo adalah pori-pori atau folikel rambut yang umumnya memiliki penumpukan bakteri, minyak, dan sel kulit mati dan dapat menjadi faktor penyebab jerawat," menurut dermatologist Vivian Chin seperti dilansir dari Byrdie.
Dampak negatif dari bahan comedogenic ternyata tidak terbatas pada kemunculan komedo hitam dan komedo putih saja.
"Zat-zat ini juga berpotensi melemahkan lapisan pelindung kulit pada beberapa jenis kulit, yang mengakibatkan peradangan dan memperburuk kondisi kulit yang sudah ada," tambah Dr. Melanie Palm.
Walaupun demikian, bahan komedogenik tertentu masih memiliki manfaat bagi pemilik tipe kulit dehidrasi karena memberikan kelembapan yang lebih tinggi. Namun, produk jenis ini bukan pilihan bijak untuk kulit rentan berjerawat.
Arti Label Non-Comedogenic
Banyak produk perawatan di pasaran yang kini menyertakan klaim non-comedogenic pada kemasannya.
Menurut Dr. Palm, "Ini memberi tahu konsumen bahwa setiap bahan dalam produk perawatan kulit bersifat non-komedogenik, artinya bahan tersebut cenderung tidak menyumbat pori-pori."
Kandungan non-comedogenic diformulasikan khusus agar terhindar dari risiko penyumbatan pori-pori wajah. Jenis ini meliputi sebagian besar sabun, asam hialuronat, peptida, antioksidan, serta bahan lain yang berbasis air.
Meski begitu, pengguna harus tetap waspada saat mencoba produk baru dalam rutinitas harian mereka.
"Penting untuk dicatat bahwa meskipun suatu produk mengandung bahan-bahan non-komedogenik, produk tersebut masih dapat menyebabkan jerawat atau peradangan tergantung pada jenis kulit atau kondisi kulit yang ada," tambah Palm.
Kandungan yang Perlu Diperhatikan
Penyumbatan pori-pori wajah dapat dipicu oleh berbagai formulasi kimia atau unsur yang berbasis minyak.
"Beberapa bahan komedogenik yang paling umum meliputi beeswax, minyak kelapa, mentega kakao, minyak sawit, petroleum, ekstrak alga yang diberi label alginat, asam polisakarida rumput laut, dan dimetikon, polimer berbasis silikon yang sering digunakan dalam tabir sunya," jelas Dr. Palm.
Bagi pemilik kulit sensitif dan mudah berjerawat, dokter spesialis kulit menyarankan produk dengan kandungan asam beta-hidroksi (BHA), asam alfa-hidroksi (AHA), bakuchiol, serta adapalene.
"Orang dengan kulit berminyak dan berjerawat umumnya harus memilih produk dengan asam beta-hidroksi, yang dapat mengurangi minyak berlebih atau bahan-bahan seperti benzoil peroksida," jelas Dr. Chin.
Pemilik kulit kombinasi juga diminta berhati-hati karena memiliki ukuran pori-pori yang bervariasi antara area berminyak dan area kering.
"Pori-pori yang lebih besar di area berminyak lebih rentan tersumbat, sehingga bahan-bahan komedogenik lebih mungkin menyebabkan jerawat di area tersebut," kata Dr. Palm.