Ketahui Perbedaan Sunscreen dan Sunblock demi Lindungi Kulit dari Sinar UV

Ketahui Perbedaan Sunscreen dan Sunblock demi Lindungi Kulit dari Sinar UV

Penggunaan pelindung ultraviolet (UV) menjadi hal yang tidak boleh dilewatkan dalam rangkaian perawatan kulit. Paparan sinar matahari yang terjadi terus-menerus tanpa perlindungan berisiko memicu penuaan dini, kulit terbakar, hingga kanker kulit.

Masyarakat dapat memanfaatkan krim tabir surya seperti sunscreen maupun sunblock untuk mencegah kerusakan skin barrier tersebut. Meski sama-sama berfungsi melindungi kulit, kedua jenis tabir surya ini memiliki sejumlah perbedaan mendasar.

Dilansir dari Medcom, pakar dermatologi Shilpi Khetarpal, MD., menjelaskan perbedaan sunscreen dan sunblock kepada Cleveland Clinic dari beberapa aspek.

Sunscreen diformulasikan dengan beragam bahan aktif yang bekerja menyerap sinar UV. Formulasi tersebut kemudian mengeluarkan radiasi matahari dari kulit dalam bentuk energi panas sebelum menembus lapisan kulit yang lebih dalam.

Sebaliknya, sunblock berfungsi sebagai perisai fisik pada permukaan kulit. Produk ini bekerja dengan cara menghalangi dan langsung memantulkan sinar UV agar tidak meresap ke dalam kulit.

2. Kandungan Bahan Aktif

Perbedaan kandungan di dalam kedua tabir surya ini juga disorot oleh laman Alodokter. Sunscreen pada umumnya menggunakan formula seperti avobenzone, oxybenxone, serta para-amnobenzoic acid atau PABA.

Di sisi lain, sunblock biasanya mengandalkan kandungan mineral. Bahan aktif yang sering ditemukan di dalam produk sunblock adalah zinc oxide atau titanium oxide.

3. Cara Pemakaian dan Hasil Akhir

Aplikasi sunscreen disarankan dengan cara digosok secara merata agar bahan aktifnya meresap sempurna ke dalam kulit. Produk ini membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk meresap sebelum siap memberikan perlindungan.

Sementara itu, sunblock cukup dioleskan secara merata pada bagian tubuh yang terpapar matahari tanpa perlu digosok. Setelah diaplikasikan, sunblock akan langsung aktif bekerja menahan radiasi matahari.

Terkait hasil akhir, sunscreen cenderung bersifat transparan dan tidak mengubah warna asli kulit. Hal ini berbeda dengan sunblock yang biasanya meninggalkan bekas putih atau whitecast pada permukaan kulit.

Perlindungan yang Sesuai Kondisi Kulit

Mengenai efektivitas perlindungan, kedua jenis tabir surya ini efektif mencegah sengatan matahari yang mempercepat penuaan dan risiko kanker. Namun, salah satunya dinilai memberikan proteksi yang sedikit lebih optimal.

"Sunscreen atau sunblock mineral memberikan perlindungan," jelas Dr. Khetarpal.

Pengguna hanya perlu menyesuaikan jenis tabir surya dengan kebutuhan dan kondisi kulit masing-masing. Sunblock menjadi pilihan yang disarankan saat beraktivitas di pantai pada siang hari dengan indeks sinar UV yang tinggi.

Alternatif lain bagi yang enggan mengoleskan cairan sepanjang hari adalah mengenakan pakaian berlabel ultraviolet protection factor (UPF). Penggunaan topi dan kacamata hitam juga direkomendasikan untuk area wajah, telinga, serta tangan yang sering terpapar.

Artikel terkait

Rekomendasi