Pertagas Kelola Pipa Gas Cisem II Perkuat Ketahanan Energi Jawa

Pertagas Kelola Pipa Gas Cisem II Perkuat Ketahanan Energi Jawa

PT Pertamina Gas (Pertagas) resmi ditetapkan sebagai operator Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Batang-Cirebon-Kandang Haur Timur (Cisem II) pada April 2026. Keputusan ini diambil guna memperkuat distribusi energi sektor industri di Pulau Jawa, sebagaimana dilansir dari Money pada Sabtu (9/5/2026).

Kemenangan Pertagas dalam tender mitra yang diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui LEMIGAS menjadi dasar penetapan ini. Infrastruktur Cisem II melengkapi proyek Pipa Transmisi Cirebon-Semarang setelah ruas Cisem I sebelumnya telah beroperasi lebih dulu.

Direktur Utama Pertagas Indra P Sembiring menegaskan kesiapan perusahaan dalam mengelola jaringan tersebut mengingat pengalaman operasional Cisem I sejak tahun 2023. Fasilitas ini diproyeksikan mampu melayani berbagai sektor pengguna gas bumi berskala nasional secara optimal.

“Ketersediaan infrastruktur gas yang terintegrasi dan handal adalah kunci untuk mempercepat transisi energi nasional dengan gas bumi,” ujar Indra dalam keterangannya, dikutip Sabtu (9/5/2026).

Pasokan gas melalui pipa ini diharapkan menjadi solusi kebutuhan energi bersih bagi sektor industri dan pendukung pertumbuhan ekonomi. Integrasi infrastruktur tersebut juga memberikan dampak positif bagi nilai tambah di sektor hulu minyak dan gas bumi.

“Jadi, Pipa Cisem II sepanjang ±242 km menjadi game changer, karena terhubung dengan infrastruktur eksisting Pertagas di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur sehingga akan memperkuat keandalan penyaluran di infrastruktur energi di Pulau Jawa,” imbuh Indra.

Direktur Teknik dan Operasi Pertagas Agung Indri Pramantyo menjelaskan bahwa Cisem II telah terhubung dengan Kawasan Industri Batang (KITB) dan Stasiun Kandang Haur Timur (KHT). Sinergi ini meningkatkan fleksibilitas operasional pada sistem jaringan pipa yang dikelola perusahaan.

“Integrasi ini membentuk sistem jaringan pipa yang terintegrasi serta memberikan fleksibilitas pengoperasian dan kehandalan infrastruktur gas bumi, khususnya yang kami operasikan,” kata Agung.

Pemanfaatan gas melalui jaringan transmisi ini ditargetkan menyasar sektor strategis seperti pabrik pupuk, kilang, hingga pembangkit listrik. Agung menambahkan bahwa proyek ini juga mendukung program gas rumah tangga dan UMKM di sepanjang jalur pipa tersebut.

“Integrasi ini membentuk sistem jaringan pipa yang terintegrasi serta memberikan fleksibilitas pengoperasian dan kehandalan infrastruktur gas bumi, khususnya yang kami operasikan,” kata Agung.

Optimalisasi penggunaan gas bumi terus didorong oleh Pertagas sebagai energi transisi yang lebih ramah lingkungan. Langkah strategis ini dilakukan untuk mendukung target pemerintah dalam mencapai swasembada energi nasional melalui integrasi infrastruktur transmisi gas.

Artikel terkait

Rekomendasi